TribunMedan/
Home »

Sumut

Sempat Dilirik NASA, Anak Pemulung Ini Berharap Bisa Lanjutkan Pendidikan

"Kendala kami untuk melanjutkan fakultasnya. Sementara dia sudah diterima di ITB, kami kurang biaya. Dan buat ongkos pun sudah punya lagi."

Sempat Dilirik NASA, Anak Pemulung Ini Berharap Bisa Lanjutkan Pendidikan
Tribun Medan / HO
Gomos Parulian Manalu diapit kedua orangtuanya, Jesman Manalu (kanan) dan ibunya Juli Hutabarat diwawancarai di kediamannya di Jalan Cemara, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Kamis (4/5/2017). (Tribun Medan / HO) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Bermodalkan buku botot dan barang bekas yang dikumpulkan sang ayah yang berprofesi sebagai pemulung Gomos Parulian Manalu tergolong istimewa, bisa mengikuti riset di bawah National Aeronautics and Space Administration (NASA) di San Jose, Amerika Serikat.

Gomos adalah orang Indonesia pertama dengan karya penelitiannya yang dibawa ke luar angkasa oleh NASA. Tak sendiri, dia bersama rekannya Gilbert Nadapdap.

Dua murid berprestasi sekolah Del Laguboti, Tobasa ini berangkat ke Amerika Serikat, Minggu 24 Januari 2016 didampingi dua gurunya Elin Bawekes dan Arini Desianti Parawi.

Namun, Gomos nyaris putus melanjutkan pendidikan. Dirinya terbatas biaya. Padahal dia sudah diterima di Institute Teknologi Bandung, fakultas Sekolah Tinggi Elektronika dan Informatika.

Baca: Pengantin Wanita Terkejut Mengetahui Siapa Tamu di Resepsi, Langsung Lapor Suami ke Polisi

Hal ini lantaran ekonomi orangtua yang memprihatinkan. Juli Rosdiana Hutabarat (41) ibunya hanya penjual roti di terminal, sedangkan Jesman Manalu (39) ayahnya hanya pemulung.

"Kendala kami untuk melanjutkan fakultasnya. Sementara dia sudah diterima di ITB, kami kurang biaya. Dan buat ongkos pun sudah punya lagi. Harapannya, kami minta pemerintah bisa bantu anak kami mencapai cita-citanya," kata Jesman, di kediamannya Jalan Cemara, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Kamis (4/5/2017)

"Kebetulan aku mandek kerja jadi uang sekolah dia masih menunggak. Kami pun dipanggil Kasek SMA Swasta DEL di Laguboti Balige,Tobasa. Tunggakan 17 juta. Kami cicil 5 juta dan ditambah beasiswa 7 juta. Jadi masih nunggak 5 juta lagi," beber Jesman.

Gomos sendiri ditanyai terkait prestasinya dan cita-citanya mengatakan pernah ikut penelitian dengan lembaga penelitian luar angkasa di bawah NASA itu International Space Station. Dirinya bercita-cita menjadi pemimpin satu perusahaan.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help