TribunMedan/
Home »

Sumut

Afnida Dirujuk ke RS Murni Teguh

Bupati Simalungun JR Saragih terus menunjukkan keperduliannya terhadap warga.

Afnida Dirujuk ke RS Murni Teguh
Tribun Medan / HO
Afnida saat dibawa ke RS Murni Teguh dari rumahnya 

TRIBUN-MEDAN, SIMALUNGUN - Bupati Simalungun JR Saragih terus menunjukkan keperduliannya terhadap warga. Kali ini melalui dinas kesehatan simalungun, JR Saragaih, kembali membawa Afnida Duma Sari Saragih penderita tumor ganas untk berobat ke rumah sakit murni teguh.

Meski memiliki trauma yang mendalam akibat pernah dikemoterapi, namun berkat bujukan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun Jan Musrindo Afnida Duma Sari Saragih berhasil dibawa.

Pemindahan ke RS. Murni Teguh dilakukan dari kediamannya di kawasan Emplasemen, Kebun Marjandi, Nagori Marjandi Embong, Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara sekira pukul 11.15 WIB.

Dalam pemindahan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Simalungun Jan Musrindo beserta Kepala Puskesmas Panombeian Panei dr. Taruli.

"Dengan melihat kondisi penyakitnya, maka kita rujuk ulang ke RS. Murni Teguh di Medan dan bila rumah sakit tersebut tidak sanggup maka dibawa segera ke Dharmais di Jakarta," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun Jan Musrindo, 

Kemudian, dari sisi pengobatan maka pihaknya akan menanggung seluruh pembiayaan pengobatan.  

"Semua dalam bentuk pengobatan, maka diluar tanggung jawab BPJS maka ditanggung Pemerintahan Kabupaten Simalungun yang pasti kita lakukan pertolongan dahulu," paparnya.

Sementara itu, Ibunda Afnida Duma Sari Saragih Yenny Sianturi mengucapkan terima kasih atas perhatian dari pemerintahan Kabupaten Simalungun yang perduli terhadap kondisi yang dialami anaknya tersebut.

"Terima kasih banyak atas bantuan dari pemerintahan Kabupaten Simalungun khususnya Bupati Simalungun JR Saragih yang membantu pengobatan anak kami," paparnya.

Perlu diketahui, awalnya di tahun 2015 Afnida Duma Sari Saragih mengalami pembengkakan pada tangan di sebelah kirinya usai bermain bola voli. Pembengkakan pada tangannya tak kunjung sembuh hingga Desember 2015 dibawa ke klinik pratama dengan menggunakan kartu BPJS kesehatan yang dikeluarkan oleh pihak kebun Marjandi.

Lalu, di tahun yang sama dirinya dibawa ke Balimbingan dan dirujuk ke RS. Murni Teguh di Medan. Dari sana disimpulkan Januari 2016 harus diamputasi jempol kiri 

"Menurut diagnosa dari RS. Murni Teguh terdapat kanker berupa jaringan subtisu, lalu dikemoterapi. Sekali kemoterapi hingga lima kali dan dilakukan hingga Juni 2016," beber Jan Musrindo.

Diakuinya lagi, dari tahun 2016 sampai sebelum dipindahkan Afnida tidak mengonsumsi obat-obatan. Hanya saja mengonsumsi obat penahan sakit.

"Untuk semua masyarakat di Kabupaten Simalungun jangan pernah anggap gampang terhadap penyakit. Cari fasilitas yang memadai, dan langsung segera diobati atau mencari fasilitas terdekat. Gunakan BPJS dalam berobat," ucapnya. (*/ari/tribun-medan.com)

Penulis: M Azhari Tanjung
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help