TribunMedan/

Biaya Kuliah di Australia Semakin Mahal, Simak Penyebabnya

Pemerintah merujuk sebuah laporan terbaru yang menyebutkan pertumbuhan pendapatan universitas lebih tinggi dibandingkan pengeluaran.

Biaya Kuliah di Australia Semakin Mahal, Simak Penyebabnya
bbc.co.uk
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, CANBERRA - Pekan depan, pemerintah Australia berencana melakukan pemotongan dana pendidikan tinggi dalam rancangan APBN 2017.

Pemerintah merujuk sebuah laporan terbaru yang menyebutkan pertumbuhan pendapatan universitas lebih tinggi dibandingkan pengeluaran.

Perubahan ini akan mencakup kenaikan biaya SPP, pemotongan dana pemerintah yang menurut Menteri Pendidikan Simon Birmingham "berada pada level rekor namun tumbuh melampaui biaya operasinal universitas.

Birmingham memberikan rincian perubahan pada Senin (1/5/2017) malam, tetapi menolak untuk mendahului pengumuman soal APBN 2017. Dia merujuk ke analisis yang dirilis Deloitte Access Economics.

Analisis tersebut menyebutkan universitas menerima penghasilan dari SPP mahasiswa serta dana pemerintah untuk membiayai program studi.

Senator Birmingham menjelaskan pengelola universitas perlu memperhitungkan bagaimana mereka membelanjakan uang negara dari pajak.

"Universitas perlu membelanjaan dana pajak secara adil serta dengan pertanggungjawaban dan pengawasan publik yang memadai. Tentunya, baik pemerintah dan universitas berjalan dengan perizinan secara sosial yang diberikan pembayar pajak," katanya.

"Pembayar pajak di Australia memberi sekitar 16,7 miliar dolar kepada universitas pada 2016 atau setara dengan 19.000 dolar per mahasiswa, yang lebih besar dibandingkan sebelumnya," lanjut Birmingham.

"Terkait dengan ketatnya APBN, pemerintahan PM Turnbull fokus pada adanya hasil terbaik dari setiap dolar dari pembayar pajak yang dibelanjakan," jelasnya.(*)

Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help