TribunMedan/

Wanita Berambut Pirang Ini Ikut Komunitas Berawal dari Kostum Bekas

Gadis dengan nama Vangelys Kanon ini mengaku menjadi seorang cosplayer, telah menjadi hobi dari kecil. Ia menjadikan hobi tersebut sebagai ajang...

Wanita Berambut Pirang Ini Ikut Komunitas Berawal dari Kostum Bekas
Tribun Medan / HO
V kanon menirukan Kurosawa Ruby 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Fatah Baginda Gorby

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Meski pada awalnya menjadi Seorang cosplayer bermodalkan busana Second-Hand, tak menyurutkan langkah V Kanon menjadi seorang Cosplayer profesional.

"Pada saat aku kuliah di Singapura, untuk menjadi seorang cosplayer, membutuhkan kostum, di sana banyak orang yang jual busana second-hand, aku beli aja karena murah," ujarnya.

Saat ditemui Harian Tribun Medan di Lippo Plaza, Jalan Imam Bonjol Medan, terlihat seorang wanita berambut pirang, berkacamata duduk di meja sambil memainkan gadgetnya.

Ia berdiri, menyapa dan tersenyum ramah sambil memperkenalkan namanya. Kepada Tribun Medan, kemudian ia menceritakan perjalanannya menjadi cosplayer sejak 2013 lalu.

Gadis dengan nama Vangelys Kanon ini mengaku menjadi seorang cosplayer, telah menjadi hobi dari kecil. Ia menjadikan hobi tersebut sebagai ajang agar orang-orang lebih mengenalnya. "Aku sayang banget dengan Cosplay, menurutku Cosplay tidak hanya sekedar hobi, " ujar gadis berambut pirang ini.

Wanita alumni SAE Institute Singapore ini mengenal cosplay pada saat ia kuliah di Negeri Seribu Satu Larangan itu. Ia tertarik dengan Cosplay saat mengikuti event Anime Festival Asia, event cosplay terbesar di sana. " Pada masa aku kuliah, di tahun 2013 memang di sana lagi hangat-hangatnya Cosplay, "ujarnya.

Baca: Babak Pertama PSMS Ditahan Imbang Persiraja

Tidak ada perbedaan mendasar antara seorang cosplayer singapura dengan Indonesia. Hanya saja menurut cosplayer Indonesia akseaorisnya lebih lengkap dan menarik, karena materi yang didapat lebih murah ketimbang di Singapura. "Bahkan kompetisi Cosplay tahun lalu di Jepang, itu orang Indonesia," katanya.

Setelah pulang ke Indonesia, V tidak menyangka ternyata seni permainan karakter dan kostum itu telah populer di Indonesia. Menurutnya, telah banyak event-event yang mengadakan kompetisi Cosplay di kota ini. "Aku udah mengikuti banyak acara di sini, dari sekedar manggung, peserta, hingga guest star, " ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help