TribunMedan/

Pilgub Jakarta

Sandiaga Uno Minta Maaf Memasuki Jalur Busway

"Walaupun diperbolehkan oleh diskresi polisi, alangkah baiknya ikut bermacet-macetan bersama warga Jakarta lainnya,"

Sandiaga Uno Minta Maaf Memasuki Jalur Busway
KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA
Cawagub DKI Jakarta nomor tiga, Sandiaga Uno di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017). (KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA) 

Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno melewati jalur busway di Jalan Salemba Raya untuk sampai ke pesta rakyat merayakan kemenangan bersama relawan Posko Cicurug, Jumat (5/5/2017).

Peristiwa ini mendapat kritikan pedas dari para netizen.

"Dari hati terdalam saya minta maaf," kata Sandiaga Uno saat dikonfirmasi Tribunnews.com terkait peristiwa tersebut, Sabtu (6/5/2017).

Sandi merasa bersalah dengan pelanggaran memasuki jalur busway tersebut di Matraman raya.

"Ya saya sudah minta maaf. Insya Allah tidak akan terulang lagi," kata Sandi.

Baca: Jawaban Menohok Deddy Corbuzier usai Diancam Fans Ayu Ting Ting

Baca: Model Seksi Playboy Dikecam Gara-gara Berpose Tanpa Busana di Gunung Keramat

Baca: Putri Bungsu Ikang Fawzi Lontarkan Curhatan Menohok usai Ayahnya Diolok-olok

Dengan terpilihnya Sandiaga sebagai wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, dia merasakan dan sadar adanya perubahan yang harus diikutinya mulai sekarang.

Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga melewati jalur busway di Jalan Salemba Raya untuk sampai ke pesta rakyat merayakan kemenangan bersama relawan Posko Cicurug, Jumat (5/5/2017). (KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)
Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga melewati jalur busway di Jalan Salemba Raya untuk sampai ke pesta rakyat merayakan kemenangan bersama relawan Posko Cicurug, Jumat (5/5/2017). (KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR) (KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)

"Saya dan semua tim yang melekat harus sadar bahwa sekarang memang kita harus bisa menjadi panutan dan teladan bagi masyarakat di Jakarta. Jadi kita harus memberi contoh yang baik," ujar Sandi.

Selain itu Sandiaga juga mengungkapkan bukan tidak mungkin pejabat pemerintah pun untuk ikut antre saat terjadi kemacetan.

"Walaupun diperbolehkan oleh diskresi polisi, alangkah baiknya ikut bermacet-macetan bersama warga Jakarta lainnya," kata Sandi.

Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

Editor: Randy Hutagaol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help