TribunMedan/

JR Saragih Raih Kesuksesan di Usia Muda, Ini Kuncinya

Siapa sangka Jopinus Ramli Saragih atau dikenal dengan JR Saragih melewatkan masa kecilnya dengan tidak mudah

JR Saragih Raih Kesuksesan di Usia Muda, Ini Kuncinya
Tribun Medan/Ary
Bupati Simalungun JR Saragih saat menerima Yolanda Sitepu merupakan anak-anak berusia dua tahun dan orangtuanya di Kantor Bupati Simalungun, Selasa (14/3/2017) pagi. Bocah mengalami jatuh pada dua tahun lalu, akibatnya seluruh bagian sebelah kanan tidak bisa digerakkan. 

Laporan wartawan Tribun Medan, M Azhari Tanjung

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Siapa sangka Jopinus Ramli Saragih atau dikenal dengan JR Saragih melewatkan masa kecilnya dengan tidak mudah. Sejak kecil, ia  sudah menjadi sosok yang bartanggung jawab dalam hidupnya

Bahkan hanya untuk bersekolah saja,  pria kelahiran 10 November 1968 ini  tidak ada yang membiayainnya. 

Semasa kecil ia pun tinggal bersama neneknya (alm) Tapi br.Purba di Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Karena tidak ada yang membiayainnya sekolah, ia pun sejak kecil harus bekerja hanya untuk dapat mengenyam bangku pendidikannya.

“Saya pengin sekolah tapi tidak ada yang biayain. Sehingga waktu mau belajar juga enggak ada, karena saya ditempa dengan kehidupan, harus kerja,” ucap JR Saragih, Kamis (11/5/2017).

Ia mengisahkan, saat kecil pagi-pagi buta ia harus bangun, bukannya ke sekolah melainkan ia harus berangkat ke ladang dulu.  Ia pun harus melepaskan kuda diperternakkan yang ada diperkebunan itu.

Tidak sampai disitu, ia pun harus bawa air dari sungai ke rumah neneknya. Setelah selesai baru lah ia berangkat ke sekolah. Dengan rutinitas yang dilakukannya itu, dari situ waktunya sudah habis.

“ Saya berangkat ke sekolah selalu saja terlambat lima menit. Selain karena harus ke ladang terlebih dahulu, hal itu juga dikarenakan jarak antara rumah ke sekolah itu, butuh waktu 20 sampai 25 menit dengan berjalan kaki,” jelasnya.

Meskipun begitu, ia tidak pernah merasa lelah bahkan apa yang dilakukannya sewaktu kecil membentuknya lebih disiplin. Bahkan sepulang sekolah, ia juga harus harus bekerja untuk sebagai mekanik, seperti memperbaiki  TV dan sepeda motor pada saat itu.

Halaman
12
Penulis: M Azhari Tanjung
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help