TribunMedan/

Bupati Buka Kegiatan Operasi Katarak di Puskesmas Negeri Lama

"Sedangkan tujuan akhir dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan para orangtua kita ataupun saudara kita yang terkena katarak..."

Bupati Buka Kegiatan Operasi Katarak di Puskesmas Negeri Lama
Tribun Medan/Royandi Hutasoit
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, RANTAUPRAPAT - "Mata adalah jendela dunia. Dapat kita bayangkan berapa kerugian secara ekonomi jika seseorang dalam usia produktif mengalami gangguan penglihatan, belum lagi masalah kesiapan mental jika masalah penglihatan menderai usia lanjut. Data Kementerian Kesehatan Tahun 2015 menunjukkan angka kebutaan akibat katarak secara nasional 1,5% atau sekitar 4 juta penduduk indonesia mengalami kebutaan,"kata Bupati Labuhanbatu, H Pangonal Harahap, Jumat (12/5/2017).

Menurutnya, Penyakit Diabetes Melitus dapat memicu timbulnya masalah pada kesehatan indra penglihatan yaitu gangguan penglihatan berupa katarak yang dapat berujung pada kebutaan, beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa katarak selain disebabkan oleh diabetes melitus juga karena faktor usia genetika, trauma, infeksi, penyakit kulit dan rendahnya status gizi seseorang.

Terkait dengan hal itu, maka Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Kesehatan secara konsisten menyelenggarakan berbagai upaya pencegahan maupun penanggulangan penyakit katarak, upaya penanggulangan dilakukan dengan menyelenggarakan pelayanan operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu.

Baca: Mendagri: Yang Putuskan Pengadilan, Kenapa Fitnahnya ke Jokowi?

Sedangkan upaya pencegahan dilakukan melalui kegiatan peningkatan status gizi, penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat, untuk itu diharapkan dari kegiatan ini mampu mengurangi angka kebutaan akibat katarak di Kabupaten Labuhanbatu sehingga hak untuk melihat “The Right To Sight” 2020 yaitu penurunan angka kebutaan katarak sebesar 25% hingga tahun 2020 yang dicanangkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) dapat tercapai.

Pelaksana Kadis Kesehatan Labuhanbatu H Hasnul Basri, menjelaskan kegiatan operasi katarak gratis ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Labuhanbatu terhadap pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Labuhanbatu.

"Sedangkan tujuan akhir dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan para orangtua kita ataupun saudara kita yang terkena katarak sehingga mereka berkesempatan untuk hidup secara mandiri dan terpenuhi haknya untuk melihat sebagaimana yang dicanangkan oleh WHO,"katanya.

Hasnul mengatakan, kegiatan operasi katarak secara gratis ini dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 11 s/d 13 Mei 2017 dengan target sasaran 150 mata, pada pasien yang dioperasi akan ditanamkan IOL (Intra Okuler Lens)/lensa tanam, mendapatkan obat-obatan mata dan follow up/dipantau sebanyak 3 kali yaitu 1 hari setelah operasi dan setiap minggu berikutnya.

Menurutnya, Kriteria pasien yang dioperasi adalah para penderita katarak yang telah masak (Mature), tekanan darah normal dan kadar gula darah normal, untuk penjaringan pasien dilaksanakan oleh masing-masing Puskesmas sejak bulan Februari s/d April 2017 (169 peserta).

Hasnul juga menambahkan bahwa Tim Medis yang menangani operasi katarak ini berasal dari Yayasan Mataniari Provinsi Sumatera Utara sebanyak 8 orang yaitu 2 orang dokter spesialis mata, dokter umumn dan perawat/perawat anastesi dibantu dengan tenaga medis dan paramedic dari Puskesmas Negeri Lama.

(*/tribun-medan.com)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help