Raja Adat Tabagsel Patuan Kumala Suangkupon Ulosi Tengku Erry

"Hari ini alhamdulillah saya berada di keluarga besar saya. Pemberian gelar dan marga ini menjadi tanggung jawab saya."

Raja Adat Tabagsel Patuan Kumala Suangkupon Ulosi Tengku Erry
Tribun Medan/IST
Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi diulosi secara adat oleh tokoh adat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) di Desa Poken Jior, Kecamatan Padangsidempuan, Hutaimbaru, Kota Padangsidempuan 

TRIBUN-MEDAN.com, PADANGSIDEMPUAN - Sejumlah tokoh adat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) mengatakan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan keluarga memiliki kedekatan khusus dengan masyarakat Tabagsel.

"Alhamdulillah di usia saya yang 75 tahun insya Allah sudah tiga kali keluarga gubernur saya tampung. Yang pertama orangtua beliau almarhum Tengku Nurdin. Diterima, diulosi dan dihormati di keluarga besar Tabagsel. Kedua abangnya, almarhum Tengku Rizal Nurdin. Yang ketiga Bapak Gubernur Erry," ujar Raja Adat Tabagsel Patuan Kumala Suangkupon, saat acara Penguatan Peran Kepala Desa sebagai Bagian dari Tiga Pilar Plus di Desa Poken Jior, Kecamatan Padangsidempuan, Hutaimbaru, Kota Padangsidempuan, Minggu (14/5).

Menyikapi soal kedekatan dirinya dengan Tabagsel yang disampaikan Patuan Kumala Suangkupon, Tengku Erry lantas berujar, meski dirinya orang Melayu dan istrinya bermarga Sitorus Pane, namun Tabagsel sudah menjadi bagian dari keluarganya.

"Di Madina saya diberi gelar Baginda Gonggom Banua Nasution, di Tapsel diberi gelar Patua Raja Parlindungan Siregar, di Palas dikasi marga Hasibuan, dan di Paluta diberi gelar Tongku Parlaungan Harahap. Jadi sebenarnya saya lengkap marga di Tabagsel ini. Hari ini alhamdulillah saya berada di keluarga besar saya. Pemberian gelar dan marga ini menjadi tanggung jawab saya," ujarnya.

Di tempat terpisah masyarakat Kota Padangsidempuan berharap kepemimpinan Tengku Erry sebagai Gubernur Sumut dapat dilanjutkan. Hal ini dikatakan Sekda Padangsidempuan Zulfeddi Simamora, saat memberi sambutan mewakili Wali Kota Padangsidempuan pada percepatan tanam padi musim tanam April-September 2017 di Lapangan Kelurahan Pijorkoling, Padangsidempuan, Sabtu (13/7). 

Dikatakan Zulfeddi, bahwa keinginan masyarakat tersebut diterimanya dan harus disampaikan karena merupakan amanah yang harus disampaikan saat kegiatan tersebut

"Makanya saya kumpulkan camat di sini karena mereka saksi bahwa masyarakat Kota Sidempuan inginkan agar program Paten berkelanjutan. Ini harus saya sampaikan karena amanah masyarakat,"ujar Zulfeddi.

Ia berdalih beberapa alasan yang mendorong masyarakat agar Paten berkelanjutan, salah satunya karena Tengku Erry dinilai telah mengangkat sejumlah putra terbaik Tabagsel memimpin sejumlah SKPD di Pemprov Sumut.

 "Kami mendengar dan menyaksikan bahwa Pak Gubernur mengangkat putra terbaik Tabagsel untuk mendampingi beliau di pemerintahan.  Selain itu kami melihat pembangunan di Tabagsel semakin baik. Jadi wajar jika masyarakat menginginkan Paten berkelanjutan,"ujarnya lagi.(*)

Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved