Edisi Cetak Tribun Medan
Panitia SBMPTN Sterilisasi Komputer, Jamin Bebas Virus Ransomware WannaCry
Panitia lokal (panlok) SBMPTN sudah berkoordinasi dengan panitia pusat, agar pelaksanaan SBMPTN lancar tanpa gangguan virus.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Panitia lokal (panlok) 14 Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) menjamin, komputer yang digunakan peserta computer based test (CBT) dan panitia aman dari virus Ransomware WannaCry. SBMPTN dilakuakn serentak secara nasional, Selasa (16/5/2017).
Muhammad Surip, Humas Universitas Negeri Medan (Unimed), yang merupakan panitia lokal 14 SBMPTN mengatakan, panitia lokal (panlok) SBMPTN sudah berkoordinasi dengan panitia pusat, agar pelaksanaan SBMPTN lancar tanpa gangguan virus.
"Sudah ada kebijakan baru dari panitia SBMPTN pusat untuk mengantisipasi penyebaran virus, yang menyerang komputer itu. Jadi, seluruh peserta khusus CBT enggak perlu khawatir, karena sudah ada antisipasi dari tim," ujarnya kepada Tribun Medan/Tribun-Medan.com, Senin (15/5/2017).
Selain itu, katanya, pengamanan komputer yang digunakan peserta SBMPTN cukup bagus untuk menangkal virus. Panitia juga sudah mempersiapkan hajatan nasional tersebut secara matang dan seluruh komputer sudah disterilisasi.
Ia menambahkan, tim information technology (IT) melarang seluruh panitia membuka atau memasuki ruangan komputer CBT. Bahkan, seluruh jaringan internet dicabut sementara, hingga pelaksanaan ujian hari ini.
Sterilisasi komputer, yang dilakukan panitia lokal dan pusat, lanjutnya, demi menjamin pelaksaan SBMPTN serentak seluruh Indonesia. Karena itu, komputer yang digunakan peserta dipastikan aman.
"Semenjak pemberitaan virus mulai gencar, panitia pusat langsung berkoordinasi dengan panitia lokal. Tim IT juga sudah berkoordinasi agar komputer tetap aman, jadi selama tiga hari ini laboratorium komputer steril, tidak boleh diganggu, tidak boleh ruangan dibuka. Hanya tim IT yang masuk," katanya.
Ia menyampaikan, sekitar 59 ribu peserta SBMPTN untuk wilayah 14 untuk masuk Unimed, USU, UINSU, dan Unsam. Untuk lokasi ujian di kawasan Unimed ada 28 lokasi. Sedangkan, di seputaran USU, ada 50 lokasi yang digunakan untuk ujian SBMPTN.
Peserta SBMPTN dibagi dua. Pertama, peserta yang menggunakan sistem computer based test (CBT) dan paper based test (PBT).
"Peserta CBT di Unimed mencapai 480 orang dan USU ada 260 peserta dan Unsam (Universitas Samudra Langsa) ada 100 peserta. Kami juga mempersiapkan ruangan, pengawas, dan persiapan panitia tinggal pengemasan dokumen ujian," ujarnya.
Adapun daya tampung penerimaan mahasiswa baru untuk jalur SBMPTB panlok 14 Medan tahun 2017 sebanyak 7.262 orang. Terdiri atas USU 3.162 mahasiswa, Unimed mencapai 2.000 mahasiswa, UINSU sekitar 1.400 mahasiswa dan Unsam 700 mahasiswa.
Virus di Stasiun Negatif
Pelayanan sekaligus penjualan tiket di Stasiun Kereta Medan berjalan lancar, calon penumpang kereta api mengantre beli tiket sesuai ketentuan yang berlaku. Artinya, pelayanan enggak terhambat akibat virus Ransomware WannaCry.
Berdasarkan pengamatan Tribun-Medan.com, puluhan masyarakat dilayani petugas loket. Bahkan, alat untuk mengeprint tiket yang tersedia di stasiun tidak ada kendala.
Humas Kereta Api Regional Sumatera Bagian Utara Ilud Siregar mengatakan, pelayanan di Stasiun Kereta Api Medan tidak ada kendala. Apalagi, seluruh devisi sudah berkoordinasi dengan bagus dan mengikuti arahan direksi.
Tidak hanya itu, seluruh staf PTKAI yang melayani penjualan tiket atau sistem pendataan, sudah mencabut kabel LAN sesuai arahan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) yang tersebar di seluruh unit kantor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/simulasi-sbmptn_20170424_182007.jpg)