TribunMedan/

Bocah Briliant, sang Ibu: Tolong Pak Jokowi, Bantu Biayai Pengobatan Anak Saya

Karena keterbatasannya itu, sehari-hari balita malang ini tak lepas dari pelukan hangat ibundanya, Siti (36).

Bocah Briliant, sang Ibu: Tolong Pak Jokowi, Bantu Biayai Pengobatan Anak Saya
KOMPAS.com/Puthut Dwi Putranto
Briliant bersama Ibundanya saat ditemui di Desa Ledokdawan, RT 01 RW 05, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (19/5/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com, GROBOGAN - Briliant Tahya Suebsada Bagus sejak lahir hanya bisa terbaring lemas di atas ranjang rumahnya. Bocah mungil berumur empat setengah tahun itu menderita penyakit tumor di kepalanya.  Hal itu membuatnya tidak bisa beraktivitas selayaknya balita normal.

Karena keterbatasannya itu, sehari-hari balita malang ini tak lepas dari pelukan hangat ibundanya, Siti (36). 

Terkadang Briliant yang kesusahan melihat dan mendengar itu meronta menangis kesakitan karena rasa nyeri yang sewaktu-waktu muncul. Selain tak kuat mengangkat kepala dan tubuh, tangan dan kaki Briliant kini pun nyaris sudah tak bisa digerakkan.

Baca: Kisah Ibu Penderita Lumpuh karena Tumor Tulang Belakang Lahirkan Bayi Laki-laki

Briliant merupakan anak kedua pasangan Triyono dan Siti. Keluarga kecil ini hidup dalam serba kekurangan di Desa Ledokdawan, RT 01 RW 05, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Rumahnya beralaskan tanah dan berdinding papan yang sudah mulai usang.

Siti menuturkan, selama sembilan bulan mengandung Briliant, dirinya rutin memeriksakan kesehatan ke bidan desa. Saat itu kandungan terdeteksi baik-baik saja. Siti juga tak merasakan gejala aneh ketika itu. Begitu juga setelah dilahirkan, Briliant kondisinya normal seperti bayi pada umumnya.

"Hanya saja beberapa hari kemudian setelah lahir, kepala Brilian membengkak. Terkadang menangis tak ada hentinya sampai kejang-kejang," tutur Siti, Jumat (19/5/2017).

Siti kemudian membawanya ke Puskesmas setempat. Oleh tim medis disarankan untuk diperiksakan ke Rumah Sakit di Semarang.

Baca: Penderita Tumor Ganas: Sekali Keluar Darah Bisa Setengah Ember

"Akhirnya menjalani operasi kepala hingga dua kali menggunakan jaminan kesehatan. Tapi sampai saat ini belum ada perkembangan. Selesai operasi kepalanya perlahan membesar dan muncul benjolan di bagian hidung," terang Siti.

Siti yang sudah tak bekerja itu berharap ada uluran tangan dari dermawan yang sudi membantu biaya pengobatan putranya. Sejak suaminya yang bekerja serabutan itu pergi dari rumah, Siti sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk membiayai hidup. 

"Dulu saya jualan di sekolah, tapi itu saya tinggalkan karena kondisi anak saya. Tidak ada yang merawat. Sejauh ini kami hidup dari bantuan keluarga. Apalagi anak pertama saya duduk di bangku SMP. Tolong Pak Jokowi, bantu biayai pengobatan anak saya. Saya sudah tak punya apa-apa lagi," ujar Siti.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Slamet Widodo, menjelaskan, tumor kepala yang diderita Briliant termasuk kategori tumor jinak.

Hanya saja, tumor di kepala Briliant yang perlahan mulai membesar sangat berisiko jika dilakukan operasi kembali. "Jalan satu-satunya hanyalah operasi, tapi membahayakan otak. Kami akan mengecek kembali kondisi Briliant," sebut Slamet.(*)

Editor: Irfan Azmi Silalahi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help