TribunMedan/

Indonesia Dapat Dua Berita Gembira, Gini Menkeu Sri Mulyani Menghargai Jajarannya

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menulis sebuah surat yang ditujukan bagi seluruh jajaran Kementerian Keuangan.

Indonesia Dapat Dua Berita Gembira, Gini Menkeu Sri Mulyani Menghargai Jajarannya
facebook
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan usai menerima audit LKPP dari BPK yang diberi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menulis sebuah surat yang ditujukan bagi seluruh jajaran Kementerian Keuangan.

Menurut Sri Mulyani, ada dua berita gembira untuk Indonesia. Tulisan tersebut diunggah Sri Mulyani pada akun media sosialnya, yakni Facebook dan Instagram, Jumat (19/5/2017).

Baca: Indonesia Dapat Rating Layak Investasi dari S&P, Ini Manfaat dan Dampaknya

Tulisan itu merupakan tulisan tangan Sri Mulyani sendiri. Berita gembira pertama adalah pertama kali sejak Republik Indonesia menyusun laporan keuangan dan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 12 tahun lalu, pemerintah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca: Mengerikan! Ini Foto-foto Avanza Terbakar setelah Ditabrak Kereta Api, 4 Orang Tewas Terpanggang

Berita gembira kedua adalah Indonesia memperoleh peningkatan rating menjadi investment grade oleh Standard & Poor's, kenaikan pertama sejak 2011.

"Prestasi baik ini adalah hasil kerja keras, ketekunan, ketelitian, dedikasi, dan kesetiaan Anda semua untuk membangun Indonesia lebih baik. LUAR BIASA!!" tulis Sri Mulyani.

Capture instagram Sri Mulyani
Capture instagram Sri Mulyani (instagram)

Menurut Sri Mulyani, perjalanan yang dimulai pada 12 tahun lalu, yakni tahun 2004 dengan mulai menyusun rencana dan laporan keuangan pemerintah pusat dan cash basis menuju sistem accrual adalah pekerjaan tidak mudah.

Namun, pada akhirnya opini WTP berhasil diraih. Sri Mulyani mengajak jajarannya menggunakan capaian ini untuk terus menjaga, mengelola, membangun, dan mempertanggungjawabkan keuangan negara dengan semakin baik. Keuangan negara, kata dia, adalah milik rakyat, dari rakyat, dan sudah seharusnya hanya untuk rakyat.

"Untuk membangun kesejahteraan rakyat secara adil, menjadi pengelola dan penjaga keuangan negara yang amanah, profesional, kompeten, dan akuntabel adalah suatu kewajiban dan pengabdian yang sangat membanggakan, suatu kebahagiaan yang tidak terbeli," jelas Sri Mulyani.

Halaman
12
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help