TribunMedan/

Indonesia Dapat Rating Layak Investasi dari S&P, Ini Manfaat dan Dampaknya

Dalam situs resminya, S&P menaikkan rating surat utang rupiah dan valuta asing bertenor jangka panjang (long term) menjadi BBB-, dari sebelumnya BB+.

Indonesia Dapat Rating Layak Investasi dari S&P, Ini Manfaat dan Dampaknya
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Warga menunjukkan mata uang rupiah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tahun emisi 2016 di lokasi penukaran uang di Blok M Square, Jakarta, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia resmi meluncurkan uang NKRI tahun emisi 2016 dengan menampilkan 12 pahlawan nasional yakni 7 uang rupiah kertas dan dan 4 uang rupiah logam. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Standard and Poor's (S&P) akhirnya menaikkan peringkat surat utang Indonesia menjadi layak investasi, Jumat (19/5).

Dalam situs resminya, S&P menaikkan rating surat utang rupiah dan valuta asing bertenor jangka panjang (long term) menjadi BBB-, dari sebelumnya BB+.

Sedangkan rating surat utang jangka pendek atau short term direvisi ke atas juga menjadi A-3.

S&P juga menyematkan prospek stabil untuk utang Indonesia. 

Dalam pandangannya, S&P melihat, Indonesia mampu mengurangi risiko fiskal. "Kami percaya, fokus pemerintah atas bujet yang lebih realistis telah mengurangi risiko shortfall (penerimaan pajak di bawah target) memperlebar defisit bujet saat ini. 

S&P menyadari, mengumpulkan pajak di tengah penurunan harga komoditas yang menjadi andalan penerimaan negara, menjadi tantangan Indonesia. Tahun 2017 ini, pemerintah memperkirakan penerimaan pajak lebih rendah ketimbang proyeksi APBN 2016. 

Tapi, S&P berkepekspektasi, penerimaan negara masih lebih baik, setelah ada program tax amnesty. Selain itu, pemerintah diharapkan tetap menjaga kendali anggaran fiskal dan subsidi listrik.

Perkembangan ini akan menjaga defisit  Indonesia di bawah 2,5% terhadap PDB dalam tiga-empat tahun ke depan, di tengah keinginan pemerintah berekspansi program infrastruktur.

“Terlepas dari kerentanan ekonomi akibat faktor eksternal, kami mempertimbangkan anggaran belanja pemerintah sebagai pilar ratinginvestment-grade Indonesia,” tulis S&P. 

Kelemahan utama ekonomi adalah ketika Indonesia dipandang sebagai negara dengan pendapatan menengah, eksportir komoditas dan importir barang modal, serta subyek berbagai kejutan dari faktor eksternal. 

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help