TribunMedan/

Usianya 17 Tahun, Perempuan Afrika Ini Dijadikan Budak Seks

Pria itu menjanjikan, remaja perempuan itu akan diberi pekerjaan membersihkan kediamannya di Sydney.

Usianya 17 Tahun, Perempuan Afrika Ini Dijadikan Budak Seks
Shutterstock
Ilustrasi korban perkosaan 

TRIBUNMEDAN.com - Seorang remaja perempuan asal Afrika yang dijanjikan bekerja sebagai tenaga kebersihan di Australia melarikan diri setelah disekap dan dijadikan budak seks oleh beberapa pria.

Kepolisian Sydney, Australia mengatakan, seorang pria menerbangkan remaja berusia 17 tahun yang ditemuinya di Gini, Guinea ke Sydney di awal April.

Baca: Hardianto Perkosa Pacarnya, Dibius Lalu Dibawa ke Hotel Libra

Baca: Janda Ini Tawarkan Layanan Pesta Seks Threesome, Tarifnya Segini

Pria itu menjanjikan, remaja perempuan itu akan diberi pekerjaan membersihkan kediamannya di Sydney.

Penyidik mengatakan, ketika remaja perempuan tersebut tiba di Sydney, dia malah disekap di dalam sebuah kamar.

Baca: Suami Kerja Proyek, Mama Muda Selingkuh Rela Layani Tamu Pesta Seks, Segini Tarifnya

Ilustrasi pelecehan.
Ilustrasi pelecehan. (Shutterstock)

Setelah disekap, dia kemudian diperkosa bergantian oleh beberapa pria.

Remaja perempuan itu berhasil melarikan diri pada 27 April dini hari. Dia kemudian diselamatkan seorang perempuan yang kemudian membawanya ke pusat pencari suaka.

Remaja tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Prince Alfred, sebelum ditangani Family and Community Services atau badan layanan untuk keluarga dan komunitas.

Unit Perdagangan Manusia Kepolisian Federal Australia kini melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana remaja ini bisa tiba di Australia.

Kepolisian juga tengah berusaha mencari identitas pria yang membawanya dan para pelaku pemerkosaan.

Polisi memperkirakan, remaja ini terbang dari Gini di Afrika Barat ke Sydney lewat Paris, perjalanan yang memerlukan waktu beberapa hari.

Kepolisian Sydney sekarang meminta Nicole, perempuan yang membawa remaja tersebut ke pusat pencari suaka untuk menghubungi mereka dan memberikan informasi.(*)

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help