Jajal Teropong Pemantau Hilal, Ini Komentar Gubernur Tengku Erry

"Tapi sebagaimana yang saya sampaikan tahun lalu, bahwa rukyat itu lebih terlihat kalau dipantau dari pantai. Oleh karena itu tahun lalu sudah saya.."

Jajal Teropong Pemantau Hilal, Ini Komentar Gubernur Tengku Erry
Tribun Medan / Nanda
Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi saat menjajal teropong jenis ED80CF yang akan digunakan sebagai alat pemantau hilal Bulan Ramadan di Anjungan Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (26/5/2017). (Tribun Medan / Nanda) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menjajal satu unit teropong berwarna hitam di Anjungan Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (26/5/2017).

Teropong ini akan digunakan sebagai alat pemantau hilal Bulan Ramadan pada petang hari nanti.

"Kita memang tiap tahunnya memantau hilal lewat teropong di Anjungan Kantor Gubernur Sumut ini," ujar Erry.

Erry mengatakan, pemantauan hilal berdasarkan sistem rukyat dari Anjungan Kantor Gubernur Sumut ini hanya sebagai pembantu.

Pemantauan hilal dengan menggunakan teropong sudah disiapkan di lokasi yang lebih efektif, yakni di Sorkam, Tapanuli Tengah.

"Tapi sebagaimana yang saya sampaikan tahun lalu, bahwa rukyat itu lebih terlihat kalau dipantau dari pantai. Oleh karena itu tahun lalu sudah saya sampaikan, kita akan buat pemantauan di Pantai Barat Sumatra, di sekitar Barus atau Sibolga. Alat-alatnya sudah di sana, timnya juga sudah di sana, jadi mudah-mudahan bisa lebih jelas," kata Erry.

Baca: Erupsi Sinabung Tak Mengganggu Pemantauan Hilal, Asalkan . . .

Di lokasi yang sama, petugas dari BMKG Medan Rully mengatakan, teropong yang akan digunakan sebagai alat pemantau hilal ini berjenis ED80CF buatan China.

"Kalau yang di Barus atau di Sibolga sana jenis teropongnya sama, tapi lebih panjang," kata Rully.

Rully menjelaskan, cara kerja teropng tersebut hampir sama dengan kamera, yakni berfungsi menerima pantulan cahaya.

"Hilal itu sangat tipis, oleh karena itu kita menggunakan teropong ini. Karena dengan mata saja kita tidak akan sanggup. Tapi kita lihat kondisi awannya juga. Kalau awan cerah, mudah-mudahan dari sini bisa terlihat," katanya.

(cr5/tribun-medan.com) 

Penulis: Nanda Fahriza Batubara
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved