Tribun Ramadan

Ada Al Quran Raksasa Berusia 105 Tahun di Masjid Raya Medan, Isinya Ditulis Tangan

Perhatikan tulisan Al Quran dari jarak dekat, karena anda akan terkejut melihat lekukan ayat Al Quran tersebut merupakan hasil tulisan tangan.

Ada Al Quran Raksasa Berusia 105 Tahun di Masjid Raya Medan, Isinya Ditulis Tangan
Tribun Medan/ Riski Cahyadi
Seorang warga berada di samping Al-Qur'an berusia ratusan tahun yang terbuat dari bahan kertas kulit kayu yang ditulis tangan dengan terjemahan bahasa Urdu dan Parsi di Masjid Raya, Medan, beberapa waktu lalu. Kitab suci umat muslim yang berumur sekitar ratusan tahun itu terbuat dari bahan kertas kulit kayu yang ditulis tangan dengan terjemahan bahasa Urdu dan Parsi. 

Laporan wartawan Tribun Medan, Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Jika berkunjung ke Masjid Raya Medan di Jalan Sisingamangaraja, selain melihat kemegahan arsitektur masjid, anda juga wajib menelisik apa yang berada di sudut pintu jamaah laki-laki.

Ada rak besar dengan penutup kaca untuk menjaga Al Quran tertua berusia 105 tahun yang dipajang di pintu masuk tersebut.

Perhatikan tulisan Al Quran dari jarak dekat, karena anda akan terkejut melihat lekukan ayat Al Quran tersebut merupakan hasil tulisan tangan.

Walaupun sudah berusia ratusan tahun, Al Quran tersebut masih utuh dengan bacaan yang masih jelas pula.

Baca: Bercak Hitam di Pilar Masjid Raya Diyakini Sebagai Bayangan Wajah Sultan Ma’moen Al Rasyid

Baca: Jomblo, Kiper PSMS Ini Hanya Dibangunkan oleh Alarm untuk Sahur

Al Quran itu terbuat dari kertas kulit yang sangat tua dan ditulis tangan oleh para pembuat maupun perancang yang berasal dari Timur Tengah. Tulisan tangan tersebut dengan menggunakan bahasa Urdu dan Parsi.

Ahmad, mengatakan kitab suci Al Quran yang berukuran besar atau "raksasa" itu, banyak dilihat masyarakat atau wisatawan yang berkunjung ke lokasi masjid.

Menurutnya, dari informasi yang diperolehnya dari orang-orang tua dulu maupun tokoh Deli, Al Quran itu masuk ke masjid tersebut, setelah enam tahun peresmian bangunan rumah ibadah tersebut pada 1906.

"Jadi, Al Quran itu menurut ceritanya ada yang menyebutkan pemberian dari negara Arab Saudi, Pakistan dan Persia. Saya tidak bisa menyimpulkan secara pasti negara mana yang menyumbangkan kitab suci berukuran besar itu pada Masjid Al Mashun. Tetapi yang pasti adalah dari salah satu negara Timur Tengah," katanya.

Turis yang datang baik dari dalam dan luar kota banyak yang datang khusus untuk melihat keaslian bentuk bacaan Al Quran tersebut.

Bacaannya tampak jelas dan tidak kabur walaupun sudah berusia tahun, ia dijaga baik dan wisatawan atau pengunjung hanya bisa melihat dari balik kaca.(*) 

 
Penulis: Silfa Humairah
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help