TribunMedan/

Berani Geruduk Anak 15 Tahun, Kapolri: Jangan Takut, Tindak Tegas Persekusi Netizen

-Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian menindak tegas dan memproses hukum para pelaku persekusi

Berani Geruduk Anak 15 Tahun, Kapolri: Jangan Takut, Tindak Tegas Persekusi Netizen
Kompas.com
Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. (Kompas.com) 

TRIBUN-MEDAN.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk menindak tegas dan memproses hukum para pelaku persekusi netizen.

Tito memastikan dirinya selaku pimpinan Polri akan memberikan dukungan.

"Saya perintahkan kepada seluruh jajaran kalau ada lagi seperti itu lagi, jangan takut, saya akan back-up, tindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," tegas Tito usia menghadiri acara buka puasa bersama dan diskusi dengan para aktivis di kediaman Bursah Zarnubi, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (1/6/2017) malam.

Menurut Tito, tindakan tegas harus diambil oleh jajarannya untuk memberikan efek deteren kepada pihak lain yang berencana melakukan perbuatan yang sama.

Baca: Dokter Fiera Berani Beberkan Ancaman Ormas FPI usai Tulis Status Tentang Rizieq di FB

Baca: Kasihan, Dokter Ini Keluar dari Solok Akibat Teror Pendukung Rizieq, Negara di Mana?

Ia khawatir tindakan serupa menjadi pembenaran dan diikuti oleh kelompok massa lainnya.

Tito mengatakan, kasus persekusi yang terjadi di beberapa daerah menjadi atensi khusus Mabes Polri.

Ia menceritakan, dirinya langsung memerintahkan pimpinan polres dan polda untuk dilakukan penangkapan dan proses secara pidana begitu mengetahui adanya tindakan persekusi oleh sekelompok massa terhadap seorang bocah 15 tahun di Jakarta Timur dan dokter di Solok, Sumatera Barat.

Para pelaku memburu dan menggeruduk bocah 15 tahun dan dokter tersebut.

Baca: Dituding Terima Suap Alkes, Amien Rais Jawab Berkah yang Tersembunyi, Kenapa?

Keduanya dengan di bawah tekanan atau intimidasi dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan berisi pengakuan bersalah, meminta maaf dan tidak mengulangi perbuatannya.

Para pelaku tersebut melakukan persekusi karena menganggap bocah 15 tahun dan dokter itu telah melakukan penistaan agama atau ulama melalui pernyataan di akun facebook-nya.

"Tidak boleh main hakim sendiri. Kalau ada apa-apa, laporkan ke kepolisian. Tidak boleh lakukan sendiri yang melanggar hukum," tegas Tito.(*)

Baca: Mengejutkan, Pengemudi Sedan Mewah Porsche Diduga Pakai SIM dan Plat Bodong

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help