TribunMedan/

Usai Lakukan Aksi Dugaan Jual Beli Pasal di Polres Asahan, Kader HMI Mengaku Diancam

Sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kisaran yang beberapa waktu lalu meributi adanya dugaan jual beli pasal

Usai Lakukan Aksi Dugaan Jual Beli Pasal di Polres Asahan, Kader HMI Mengaku Diancam
TRIBUN MEDAN / ARRAY ARGUS
Sejumlah kader HMI Cabang Kisaran saat melakukan aksi di Polres Asahan. Setelah aksi ini, sejumlah kader ngaku diintimidasi, Kamis (1/6/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kisaran yang beberapa waktu lalu meributi adanya dugaan jual beli pasal di Polres Asahan mengaku diintimidasi oknum-oknum tak dikenal dan tidak bertanggung jawab.

Intimidasi itu datang lewat telfon para pengurus.

"Ada yang menelfon sambil mengancam. Mereka menanyakan aksi yang kami lakukan kemarin. Meski begitu, kami tetap istiqamah berjuang demi pemberantasan narkoba," kata Ketua HMI Cabang Kisaran, Adytio Setiawan, Kamis (1/6/2017).

Adytio mengatakan, bentuk intimidasi lainnya yang mereka terima adalah pemanggilan yang dilakukan Seksi Profesi Pengamanan (Propam) Polres Asahan terhadap sejumlah kader terkait aksi kemarin.

Kata Adytio, pemanggilan itu tertuang dalam surat panggilan No B/1243/V/2017 yang ditujukan pada dirinya dan Ketua Kohati HMI Cabang Kisaran, Amalia Azmi.

"Kenapa mesti kami yang diperiksa. Harusnya, yang diperiksa itu adalah internal. Cari tahulah, siapa oknum yang bermain," ungkap Adytio.

Sementara itu, Kapolres Asahan AKBP Kobul S Ritonga yang dikonfirmasi wartawan meminta awak media bertanya langsung pada Kasi Propam Polres Asahan.

Ia juga meminta agar awak media berkoordinasi dengan Kasubbag Humas Polres Asahan. (Ray/tribun-medan.com)

Penulis: Array A Argus
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help