TribunMedan/

Haryono Umar akan Melibatkan KPK Cegah Gratifikasi di OJK

"Saya akan bangun Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) dan kita akan kerja sama dengan KPK," ujarnya usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan.

Haryono Umar akan Melibatkan KPK Cegah Gratifikasi di OJK
KOMPAS.COM/LUTFY MAIRIZAL PUTRA
Haryono Umar 

TRIBUN-MEDAN.com - Calon Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Haryono Umar menyatakan, akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencegah terjadinya gratifikasi di tubuh OJK.

Baca: Pejabat Pajak Terdakwa Suap Ini Punya 20 Mobil dan Motor Mewah, Dikawal TNI Lagi

Baca: NEWSVIDEO: Video Penangkapan Terduga Teroris yang Dilakukan Densus 88 di Medan

"Saya akan bangun Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) dan kita akan kerja sama dengan KPK," ujarnya usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon komisioner OJK di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Haryono Umur sendiri bukanlah orang baru dalam hal pencegahan gratifikasi dan bagi KPK. Sebab ia adalah mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007-2011.

Menurut ia, kehadiran UPK di dalam OJK sangat penting. Bank atau lembaga keuangan lainnya bisa melaporkan jajaran anggota OJK yang terindikasi menerima suap.

Baca: Ketua Majelis Mujahidin Sebut Terduga Teroris Jon Hen Ditangkap Saat Belanja di Pasar

"Nanti Dewan Audit akan berkoordinasi dengan KPK. Yang melaporkan ke KPK nanti cukup Dewan Audit," kata Hayono.

Ia menuturkan, gratifikasi bisa terjadi lantaran adanya kesempatan dan pembenaran atas tindakan itu. Oleh karena itu program pengawasan dan pencegahan di internal OJK perlu ditingkatkan. (*)

Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help