Mutiara Ramadan

Multitafsir Konsep Khalifah

Wahai Tuhan, kata malaikat, akankah Engkau mengangkat mandataris-Mu, yang nantinya senang membuat kerusakan dan pertumpahan darah?

Multitafsir Konsep Khalifah
Wikipedia
Guru Besar UIN Syarief Hidayatullah Prof DR Komaruddin Hidayat 

TRIBUN-MEDAN.com - DALAM Alquran (2: 30-33) terdapat narasi dialog antara Tuhan dan malaikat. Dialog ini sangat menarik, sehingga mengundang berbagai ahli tafsir untuk berusaha menangkap apa sesungguhnya pesan Allah dengan firman-Nya itu.

Satu di antara kata kuncinya adalah Allah ingin menjadikan Adam (manusia) sebagai khalifah di muka bumi.

Kata dan konsep khalifah di sini dipahami berbeda dengan konsep kekhalifahan, yang diperjuangkan oleh kelompok tertentu.

Ketika Allah berfirman hendak menjadikan manusia khalifah, yang berarti wakil atau mandataris Tuhan di muka bumi, maka malaikat pun heran, kaget, lalu bertanya bernada protes.

Baca: Lakoni Peran Nyi Roro Kidul, Jupe Mesti Legawa Batal Puasa karena Peristiwa Ini

Wahai Tuhan, kata malaikat, akankah Engkau mengangkat mandataris-Mu, yang nantinya senang membuat kerusakan dan pertumpahan darah?

Bukankah selama ini kami para malaikat senantiasa memuji-Mu dan menyucikan-Mu, apakah masih kurang? Tuhan pun menjawab, Aku lebih tahu apa yang akan Aku lakukan, apa yang kamu tidak mengetahuinya.

Maka Tuhan pun memberi bekal dan mengajari Adam ilmu pengetahuan tentang semesta ini, lalu dituangkan dalam simbol-simbol bahasa.

Dengan keunggulan akalnya Adam dan anak-anaknya melakukan kajian (iqra) tentang semesta, atau riset mengenai sifat-sifat alam, lalu hasilnya dituangkan dan diabadikan ke dalam simbol bahasa yang pada urutannya jadi buku-buku ilmiah.

Sebuah kreasi yang tidak sanggup dilakukan malaikat. Dengan kemampuan akalnya, manusia dari zaman ke zaman senantiasa menggali dan memperluas ilmu pengetahuan.

Halaman
12
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved