TribunMedan/
Home »

Sumut

News Video

Pengusaha Transportasi Ini Jalani Sidang Perdana Kasus Penyebar Konten SARA

Karena merasa tersinggung dengan komentar yang ditulis Toya, terdakwa pun menuliskan kata-kata yang membuat dirinya tersangkut hukum.

Pengusaha Transportasi Ini Jalani Sidang Perdana Kasus Penyebar Konten SARA
Tribun Medan/Azis
Anthony Hutapea tertangkap kamera tersenyum usai menjalani sidang perdana sebagai terdakwa penyebar konten SARA di PN Medan, Selasa (13/6/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang pengusaha transportasi, Anthony Ricardo didakwa menyebarkan kebencian berdasarkan SARA melalui akun Facebook miliknya.

Dalam pembacaan dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aisyah dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik, Selasa (13/6) di ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Medan, menuturkan terdakwa dengan sengaja menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Aisyah menjelaskan kronologi kejadian. Terdakwa pada tanggal 18 Februari 2017 menginap di salah satu Hotel yang terletak di Jalan Malioboro Kota Yogyakarta.

Sekitar pukul 22.00 WIB, terdakwa dengan menggunakan ponsel merek Vivo Type Y35 membuka akun Facebook Anthony Hutapea yang merupakan milik. Kemudian ia melihat komentar-komentar di group facebook debat Islam Kristen.

Baca: Alamak, Oknum Polwan dan Perwira Polda Digerebek saat Ngamar di Hotel, Begini Tuntutan Hukumnya

Kemudian, terdakwa membaca komentar dari pengguna akun facebook yang bernama Toya. Karena merasa tersinggung dengan komentar yang ditulis Toya, terdakwa pun menuliskan kata-kata yang membuat dirinya tersangkut hukum.

Menurut jaksa, kata-kata yang telah diunggah oleh terdakwa tentang agama Islam dan Nabi Muhammad melalui akun facebook miliknya tersebut telah melecehkan, menodai, dan merendahkan agama Islam.

"Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang merupakan sumber kebenaran dalam ajaran umat Islam dan merupakan sumber hukum bagi umat Islam, disamping itu nabi Muhammad adalah seorang Nabi dan Rasul yang merupakan suri tauladan bagi Umat Islam sehingga kata-kata yang telah di Posting oleh terdakwa dalam akun Facebooknya tersebut dapat menimbulkan kebencian," lanjutnya.

Aisyah menambahkan Anthony dituntut dua pidana sekaligus.

"Terdakwa diancam Pidana dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," tutupnya.

Ancaman pidana dari Pasal 28 ayat (2) UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UU ITE yaitu pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah).(*)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help