Kontroversi Pansus Hak Angket, Survei SMRC: Masyarakat Lebih Percaya KPK Ketimbang DPR

Pembentukan Pansus Hak Angket DPR untuk KPK menimbulkan banyak kontroversi.

Kontroversi Pansus Hak Angket, Survei SMRC: Masyarakat Lebih Percaya KPK Ketimbang DPR
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Suasana Sidang Paripurna ke-22 DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/4/2017). Rapat paripurna DPR tersebut belum membahas surat permohonan hak angket untuk membuka rekaman pemeriksaan KPK terhadap eks anggota Komisi II Miryam S. Haryani pada kasus dugaan korupsi e-KTP. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUN-MEDAN.com - Pembentukan Pansus Hak Angket DPR untuk KPK menimbulkan banyak kontroversi.

Direktur program Saiful Mujani Research and Consulting ( SMRC) Sirojudin Abbas mengatakan pada tataran elite, pandangan mengenai hak angket tersebut terpecah ada yang pro dan kontra.

Oleh karena itu menurut Sirojuddin, pihaknya membuat survei opini untuk mengetahui bagaimana sebenarnya keinginan rakyat mengenai permasalahn tersebut.

Sejumlah netizen menandatangani petisi melawan hak angket DPR terhadap KPK dalam situs Change.org.
Sejumlah netizen menandatangani petisi melawan hak angket DPR terhadap KPK dalam situs Change.org. (Change.org)

Baca: 132 Pakar Hukum Tata Negara Kaji Hak Angket DPR, Hasilnya Sangat Mengejutkan

Baca: Petisi Tolak Hak Angket KPK Capai 41.839 Pendukung

Baca: Pansus Hak Angket KPK Berpotensi Merugikan Keuangan negara

Baca: Anggota DPR Bilang, Jangan Ada Persepsi DPR VS KPK, Formappi: Pansus Hak Angket KPK Tidak Sah

"Karena DPR menjadi delegetimate apabila dalam sikap atau keputusannya bertentangan dengan kehendak rakyat?," katanya di kantor SMRC, Jalan Cisadane 8, Cikini, Jakarta Pusat,(15/6/2017).

Baca: Ketua KPK Sumringah Lembaganya Didukung Sekelompok Masyarakat untuk Melawan Hak Angket

Salah satu survei yang dilakukan yakni mengenai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap dua institusi yakni DPR dan KPK.

Halaman
12
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help