Tribun Ramadan

Anak Panti Asuhan Baca Takhtim untuk Doakan Orangtua

Bacaan takhtim menggema saat anak yatim piatu Yayasan Syawal membacakan ayat Al Quran tersebut dengan lantang.

Anak Panti Asuhan Baca Takhtim untuk Doakan Orangtua
Tribun Medan/Silfa
Suasana saat pembagian santunan dan bahan pokok oleh Sutoro, Sekretaris Umum Ikatan Alumni Magister Ilmu Hukum Angkatan 2016, 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Bacaan takhtim menggema saat anak yatim piatu Yayasan Syawal membacakan ayat Al Quran tersebut dengan lantang.

Baik itu anak panti paling kecil yang belum bersekolah pun tampak hafal dan semangat saat membacakan doa untuk orang tua mereka yang meninggal. Hal ini berlangsung pada acara Buka Puasa Bersama dan Pemberian Santunan Ikatan Alumni Magister Ilmu Hukum Angkatan 2016, 2017 dan Ikatan Mahasiswa 2017 di aula Pasca Sarjana Universitas Medan Area, Sabtu (17/6/2017).

Sutoro, Sekretaris Umum Ikatan Alumni Magister Ilmu Hukum Angkatan 2016, menuturkan kegiatan ini menjadi momentum keluarga besar Ikatan Alumni Magister Ilmu Hukum dan mahasiswa untuk berkumpul menjalin silaturahmi.

"Pengurus sudah berjibaku untuk mengumpulkan waktu dan dana untuk merealisasikan acara ini, semoga dapat dilaksana berkelanjutan," katanya.

Baca: Jiwasraya Jalin Silaturahmi Dengan Tausiah dan Buka Puasa Bersama

Baca: NEWS VIDEO: Pedenya! Lihat Ekspresi Murid SD Ini Baca Puisi di Depan Jokowi

Baca: Sedihnya! Dua Anak Ini Dibuang Ibunya, Si Abang Berusia 6 Tahun Rela Menjaga Adiknya yang Masih Bayi

Ia menuturkan kegiatan bertema "Berbagi Kebahagiaan" ini bukan hanya wacana sehari di bulan Ramadan, tapi diharapkan juga teraplikasi dalam kegiatan sehari-hari, bukan hanya Ramadan. "Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Karena mendengar lafaz doa mereka membuat saya bergetar dan bahagia berbagi dengan mereka (anak panti asuhan)," katanya.

Sementara itu Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Muazzum, menuturkan kegiatan ini merupakan wujud kebahagiaan alumni yang ingin membagi-bagikan kebahagiaan tersebut kepada anak-anak yang membutuhkan dan wujud kepedulian lingkungan sosial sekitar. Hal ini tentu harus diapresiasi, karena masih ingat dengan lingkungan sekitar.

Ia pun mengajak anak-anak panti asuhan untuk termotivasi dan menjadi orang besar di masa depan. Pasalnya, kursi yang diduduki anak-anak adalah kursi mahasiswa pasca sarjana, maka tidak mungkin nanti mereka benar-benar jadi mahasiswa pasca sarjana.

"Karena tidak ada yang membatasi diri kita selain diri kita sendiri. Maka lepaskanlah anggapan tidak bisa memiliki mimpi karena dari kalangan bawah dan tidak memiliki orang tua. Karena semua orang bisa jika ia berusaha keras dan belajar dan belajar," katanya.

Ia berharap agar anak-anak tetap bisa mandiri, dan belajar sungguh-sungguh agar kelak bisa menjadi mahasiswa.

Sebelum kumandang adzan maghrib, ada pemberian santunan dan ceramah, begitu adzan maghrib acara dilanjutkan dengan menyantap hidangan takjil dan diteruskan dengan shalat magrib berjamaah di masjid. Seusai shalat, diadakan acara ramah tamah sambil menikmati hidangan berbuka.(*)

Penulis:
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved