TribunMedan/
Home »

Cetak

Edisi Cetak Tribun Medan

Fokus Pengamanan Lebaran, Polisi Tunda Penyelidikan Kasus Chat Pornografi Rizieq Shihab

Polda Metro Jaya menunda penyelidikan kasus dugaan pornografi dengan tersangka Rizieq Shihab.

Fokus Pengamanan Lebaran, Polisi Tunda Penyelidikan Kasus Chat Pornografi Rizieq Shihab
(KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG)
Pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab tiba di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umun, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017). 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menunda penyelidikan kasus dugaan pornografi dengan tersangka Rizieq Shihab. Pihak kepolisian memilih menuggu Rizieq pulang ke Indonesia dari Arab Saudi.

Sebab, polisi ingin fokus untuk menggelar Operasi Ramadniya jelang Hari Raya Idul Fitri 2017.

Sebelumnya, pakar hukum Yusril Ihza Mahendra memastikan bersedia membentuk forum rekonsiliasi antara GNPF MUI dengan Pemerintah.

Kesediaan Yusril berawal dari usulan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab melalui rekaman suara usai acara talk show kasus Rizieq di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta, Jumat, (16/6) lalu.

Baca: Supermarket Tarik Penjualan Mi Samyang yang Mengandung Fragmen DNA Spesifik Babi

Baca: BREAKING NEWS: KPK Tangkap Gubernur Bengkulu dan Istri Serta Beberapa Kontraktor

Ia yakin, semua termasuk para tokoh beriktikad baik memajukan bangsa dan negara. Banyaknya perbedaan pendapat dengan pemerintah, menurut Yusril merupakan hal wajar dalam kehidupan demokrasi.

"Energi Pemerintah harus difokuskan untuk menyelesaikan persoalan ekonomi dan pembangunan bangsa seluruhnya, sehingga beban-beban lain di bidang politik mestinya bisa dikurangi," kata Yusril dalam keterangan tertulisnya.

Yusril mengaku bersedia menjembatani para ulama dan aktivis dengan Pemerintah. Dia pun menyerahkan sepenuhnya kepada pihak pemerintah maupun GNPF MUI bila rekonsiliasi yang diusulkan ingin direalisasikan.

"Insya Allah hubungan pribadi saya dengan para ulama, begitu juga hubungan saya dengan tokoh-tokoh kunci, baik di Pemerintahan maupun di badan legislatif dan yudikatif, sangatlah baik. Kini semuanya tergantung Pemerintah," katanya.

Halaman
12
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help