TribunMedan/

Gereja Mundurkan Jadwal Ibadah demi Dukung Umat Islam Salat Idul Fitri yang Jatuh Hari Minggu

"Ini sebagai bentuk kita saling menghargai dan toleransi karena jalan di depan gereja digunakan untuk Salat Id."

Gereja Mundurkan Jadwal Ibadah demi Dukung Umat Islam Salat Idul Fitri yang Jatuh Hari Minggu
bbc indonesia/EKO WIDIANTO
Suasana salat Idul Fitri di Kota Malang pada 2016 lalu. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Berbagai gereja di Indonesia, dari Jakarta hingga Kota Malang, Jawa Timur, mengundurkan jadwal misa dan kebaktian 'demi mendukung umat Muslim' menunaikan ibadah Salat Id pada Minggu (25/06). 

Baca: BREAKING NEWS: Gubernur Bengkulu dan Istri Diamankan KPK

Di Kota Malang, Jawa Timur, Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Immanuel mengundurkan jadwal kebaktian pukul 08.00 WIB menjadi pukul 09.00 WIB.

Ketua majelis jemaat GPIB Immanuel Malang, Pendeta Richard Agung Sutjahjono, mengatakan keputusan ini diambil untuk mengakomodasi jamaah Masjid Agung Jami' Kota Malang yang menunaikan Salat Idul Fitri atau Salat Id.

Baca: Masjid Istiqlal Siapkan Dana Hampir Rp 3 Miliar untuk Takjil di Bulan Ramadhan 

Spanduk yang terbentang di pagar Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan, Solo, Jawa Tengah.
Spanduk yang terbentang di pagar Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan, Solo, Jawa Tengah. (bbc indonesia/FAJAR SODIQ)

Baca: Sekolah Islam Terbesar di Australia Terancam Tutup, Ini Sebabnya

Baca: Ariel Tatum Undur Diri dari Dunia Pertelevisian dan Medsos, Apa Penyebabnya?

Baca: Warga Mengira Bandar Narkoba Sedang Dikejar Petugas, Ternyata Narapidana Kabur dari Lapas

Para jemaat gereja pun telah diberitahu melalui warta jemaat, sebuah buletin yang menjadi wahana komunikasi antara majelis gereja dengan jemaat. "Diumumkan dua kali di warta jemaat," kata Pendeta Richard kepada wartawan di Malang, Eko Widianto.

Sebelumnya, Pendeta Richard menerima sepucuk surat dari takmir Masjid Agung Jami' tertanggal 12 Juni 2017. Surat ditandatangani Ketua Takmir Kiai Haji Zainuddin A. Muchit dan Sekretaris Takmir Mochamad Effendi.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help