TribunMedan/
Home »

Cetak

Edisi Cetak Tribun Medan

Mi Samyang Belum Dapat Label Halal dari MUI

MI instan asal Korea seperti Samyang, Nongshim, Nissin dan Ottogi yang dijual di supermarket dan minimarket di Kota Medan, ternyata banyak yang tidak

Mi Samyang Belum Dapat Label Halal dari MUI
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - MI instan asal Korea seperti Samyang, Nongshim, Nissin dan Ottogi yang dijual di supermarket dan minimarket di Kota Medan, ternyata banyak yang tidak memiliki label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Namun, tidak adanya label halal ini, menurut Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Medan Yulius Sacramento Tarigan, bukan masalah. Sebab, memang peraturan tidak mewajibkan produk memiliki label halal.

"Tidak ada peraturan yang mewajibkan setiap produk ada label halalnya. Dalam peraturan itu, yang ada kalau produk itu mengandung babi, maka harus dicantumkan bahwa produk itu mengandung babi," katanya, Senin (19/6).

Ia mengatakan, setiap produk yang memiliki izin edar di Indonesia sudah mereka periksa di laboratorium BPOM. Produk tersebut akan diperiksa di mana akan diedarkan.

Baca: Supermarket Tarik Penjualan Mi Samyang yang Mengandung Fragmen DNA Spesifik Babi

Baca: Jika Berani Jual Produk Mi Samyang, Pengusaha Ritel Bisa Kena Pidana dan Sanksi Rp 2 Miliar

"Di Medan ada juga yang mendaftarkan izin edar. Nah, kalau di sini didaftarkan, di sini kita periksa kandunganya. Jadi setelah ada hasilnya, seperti apa kandunganya, maka kami keluarkan izin edarnya. Kalau ada kandungan babi akan ditulis di kemasanya. Kalau mengandung bahan-bahan yang tidak sesuai aturan, tidak dikeluarkan izin edarnya," katanya.

Selama ini, kata Yulius, mereka belum pernah menemukan kasus yang kadungan produknya berbeda dengan yang didaftarkan, saat mendapat izin dari BPOM, seperti yang terjadi pada produk-produk mi yang baru dirilis BPOM positif mengandung babi itu.

"Hanya produk yang tidak memiliki izin edar yang sering kami temui. Kemudian, produk-produk yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Misalnya pewarna-pewarna pakaian yang digunakan menjadi pewarna makanan," ujarnya.

Saat Lebaran, Yulius memprediksi, produk-produk yang tidak memiliki izin edar di Indonesia akan banyak beredar. Sebab, permintaan meningkat dari masyarakat. Karena itu, ia berharap kerja sama antarinstansi pemerintah daerah turut turun melakukan pemantauan.

Terpisah usai Rapat Paripurna DPRD, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengaku, telah mengetahui kabar empat jenis mi instan asal Korea mengandung babi. Ia juga mengaku, telah berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

"Saya sudah instruksikan Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan untuk berkoordinasi dengan BPOM," ucapnya.

Kedua dinas tersebut ia perintahkan untuk mengawasi seluruh supermarket di Kota Medan.

"Saya perintahkan, kalau ada ditemukan langsung tarik," katanya.(ryd)

Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help