TribunMedan/

Tangan Anggota DPRD Ini Nyaris Diamputasi Karena Tersetrum Listrik, Begini Kisahnya

Ia pernah tergantung di tiang listrik, bahkan tangan kirinya nyaris diamputasi lantaran kesetrum listrik tegangan 380 volt.

Tangan Anggota DPRD Ini Nyaris Diamputasi Karena Tersetrum Listrik, Begini Kisahnya
Tribun Medan/Hendrik
Anggota DPRD Kota Medan Parlaungan Simangunsong memperlihatkan luka bekas kesetrum, Selasa (20/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Parlaungan Simangunsong, anggota DPRD Kota Medan dua priode ini ternyata punya kenangan pahit.

Ia pernah tergantung di tiang listrik, bahkan tangan kirinya nyaris diamputasi lantaran kesetrum listrik tegangan 380 volt.

Parlaungan mengingat jelas peristiwa tersebut, sampai saat ini luka bakar masih berbekas.

"Pada saat itu saya disebut bupati (Buruh panjat tiang), saya memang bekerja di bagian kelistrikan. 5 Juli 1979 saya kesetrum di tiang listrik Jalan Setia Budi," ucap Parlaungan kepada Tribun-medan.com di Ruang Komisi D DPRD Medan, Selasa (20/6/2017).

Baca: Usai Tangkap Tangan, Berkas Tiga Koper dan Rekaman CCTV Diboyong dari Kantor DPRD

Baca: Suap Ratusan Juta, KPK Tetapkan Ketua DPRD dan 2 Wakilnya Ini Jadi Tersangka

Akibat peristiwa tersebut ia terpaksa dirawat selama tiga bulan di RSUD Pirngadi Medan.

Pascasembuh, bukannya trauma Parlaungan malah melanjutkan pendidikan bidang kelistrikan di Akademi Teknik Medan.

"Saya penasaran dengan listrik. Saya mau mencari tau lebih dalam," tambahnya.

Hobinya di bidang kelistrikan diturunkan oleh almarhum kakeknya. Parlaungan menceritakan bahwa kakeknya adalah seorang pegawai PLN.

Ia berulang kali diajak untuk bekerja di PLN namun hal tersebut ditolak Parlaungan.

Pada tahun 1970-an, gaji kakeknya hanya di kisaran Rp 27 ribu. Hal ini menjadi alasan utama Parlaungan tak memilih bekerja di PLN.

"Saya tertarik listrik karena opung (kakek) saya. opung saya itu pegawai PLN, gaji beliau hanya Rp 27 ribu. Saya pilih menjadi instalatir swasta, gaji kerja lebih besar, per hari bisa dapat Rp 6 ribu.(*)

Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help