TribunMedan/

Mahalnya Harga Tanah, Kata Yasonna Perbaikan Lapas jadi Terganjal

Kemenkumham tengah mengkaji berbagai opsi untuk melakukan perbaikan fasilitas lapas, termasuk program pembangunan lapas di pulau-pulau terluar.

Mahalnya Harga Tanah, Kata Yasonna Perbaikan Lapas jadi Terganjal
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN) 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, kondisi lembaga pemasyarakatan yang tidak layak huni menjadi faktor utama penyebab kaburnya narapidana dari sejumlah lapas di daerah.

Yasonna mengakui beberapa lapas seperti lapas Kerobokan di Bali, Tanjung Gusta di Medan dan Nusakambangan di Cilacap, sudah tidak memenuhi standar.

"Sudah tidak benar itu. Tapi kan tidak mudah memindahkannya," ujar Yasonna saat ditemui Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (21/6/2017).

Baca: Tiba di Soekarno-Hatta, WN China Berparas Cantik Ini Sembunyikan Sabu dalam Pembalut

Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, lanjut Yasonna, Kemenkumham tengah mengkaji berbagai opsi untuk melakukan perbaikan fasilitas lapas, termasuk program pembangunan lapas di pulau-pulau terluar.

Meski demikian, program tersebut masih terganjal oleh persoalan minimnya anggaran dan mahalnya harga tanah untuk membangun lapas baru.

Yasonna pun berencana membawa masalah anggaran itu saat rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

"Memangnya mudah cari tanah di Bali. Mahalnya bukan main. Saya sudah mau bawa ke ratas (rapat terbatas), misalnya salemba dipindah seperti apa, Kerobokan seperti apa. Membangun lapas di pulau terluar seperti apa," kata Yasonna.

Terkait rencana pembangunan lapas di pulau terluar, Yasonna mengatakan pihaknya sudah menentukan dua lokasi, yakni di Kabupatan Maluku Tenggara dan Kabupaten Maluku Utara.

"Kemarin datang Bupati dari Maluku Tenggara, dia sedang sediakan tanah untuk lapas terluar di Saumlaki. Maluku utara juga. Tapi anggarannya besar. Sedang kami kaji. Ini harus hati-hati jangan sampai ada masalah di belakangnya," tuturnya.

Sejak awal 2017 hingga saat ini, tercatat telah terjadi beberapa kasus kaburnya narapidana dari sejumlah lapas.

Rasidin alias Jalidin Bin Jali, warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas) Kelas I Tanjung Gusta Medan kabur dari Blok T 5 lantai dua kamar M16.

Ia kabur setelah menggergaji besi lubang angin pada Rabu (19/4/2017) dini hari. Rasidin adalah narapidana kasus narkoba dengan vonis hukuman 14 tahun penjara. Dia baru menjalani tiga tahun masa hukumannya.

Pada Senin (19/6/2017), Kadarmono alias Darmo bin Sukandar, seorang narapidana (napi) kasus perampokan kabur dari Lapas Klas IIA Permisan, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Di hari yang sama, diketahui sebanyak empat narapidana asing kabur dari Lapas Kerobokan, Denpasar. Mereka berhasil kabur dengan cara menggali terowongan berukuran 50x75 cm dengan panjang kurang lebih 15 meter. (*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help