TribunMedan/
Home »

News

» Jakarta

Remaja 15 Tahun Ini Buang Bayinya Karena Malu Ia Hamil Akibat Diperkosa, Dituntut 8,5 Tahun Penjara

BL didakwa melakukan penganiayaan terhadap anak yang menyebabkan meninggal seperti tertuang dalam Pasal 76 huruf c juncto Pasal 80 ayat (3) Undang-und

Remaja 15 Tahun Ini Buang Bayinya Karena Malu Ia Hamil Akibat Diperkosa, Dituntut 8,5 Tahun Penjara
miraclebaby.co.uk
Ilustrasi bayi prematur. 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - BL (15) pengasuh anak yang buang bayinya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Mei 2017 lalu, dituntut hukuman 8,5 tahun penjara oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Tuntutan ini dibacakan oleh jaksa Agnes Renitha Butar Butar pada Rabu (21/6/2017) kemarin. BL didakwa melakukan penganiayaan terhadap anak yang menyebabkan meninggal seperti tertuang dalam Pasal 76 huruf c juncto Pasal 80 ayat (3) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Siti Zuma, pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik yang mendampingi BL, menyebut tuntutan jaksa ini melebihi ancaman pidana maksimal dan hukum acara pidana.

"Ancaman maksimal pasal 76C Jo Pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak adalah 15 tahun dan untuk anak adalah setengahnya yaitu 7,5 tahun," kata Zuma ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (22/6/2017).

Baca: Sudah Dua Tahun Menikah Tapi Tak Kunjung Hamil, Wanita Ini Nekat Curi Bayi Teman Facebooknya

Baca: Sadis, Remaja Ini Diperkosa lalu Dibunuh, Pelakunya Berkenalan dengan Ayah Korban

Baca: Kisah Kelam Karla Jacinto: Diperkosa 43.200 Kali, Ditiduri 30 Pria Setiap Hari Selama 4 Tahun

Jaksa penuntut umum dianggap tidak memiliki perspektif jender dan kepentingan terbaik untuk anak. Selain itu, jaksa dianggap telah melanggar hukum acara karena mengabaikan kesaksian BL dalam sidang.

"Jadi tuntutan itu sudah disusun sebelum pemeriksaan terdakwa," kata Zuma.

Tuntutan itu dibacakan di hari yang sama dengan pemberian keterangan BL. Dalam tuntutannya, jaksa menyebut keterangan BL berbelit-belit dan dianggap sebagai hal yang memberatkan.

Halaman
12
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help