TribunMedan/

Tribun Ramadan

Jumlah Penumpang Pesawat Naik 500 Ribu Orang

Kementerian Perhubungan memperkirakan, pertumbuhan penumpang pesawat terbang di mudik Lebaran tahun ini mencapai 5,4 juta orang.

Jumlah Penumpang Pesawat Naik 500 Ribu Orang
KOMPAS.COM
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso di Posko Kemenhub di kantor Kemenhub, Jakarta. Sabtu (24/6/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso memperkirakan, pertumbuhan penumpang pesawat terbang di mudik Lebaran tahun ini mencapai 5,4 juta orang.

Jumlah ini disebut Agus tumbuh 9,8 persen dibanding pada saat Lebaran 2016 lalu yang berada sekitar 4,9 juta orang.

Baca: Wah, Sri Mulyani Ucapkan Selamat Lebaran dengan Cara Seperti Ini

"Tahun ini diperkirakan jumlah penumpang 5,4 juta sedangkan tahun lalu 4,9 juta penumpang," kata Agus saat ditemui di Posko UtamaMudik Lebaran Kemenhub, di kantor Kemenhub, Sabtu (24/6/2017).

Menurut Agus, pertumbuhan itu merupakan perkiraan rata-rata di 35 bandara di Tanah Air mulai H-7 sampai H+7 Lebaran nanti.

Agus menambahkan, sampai H-2 Lebaran, saat ini jumlah penumpang yang berangkat dengan pesawat sudah mendekati 2,5 juta orang dengan hampir 19.000 penerbangan.

Sampai hari H Lebaran nanti, jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai 2,9 juta penumpang.

Meningkatnya jumlah pengguna pesawat menurut Agus karena pengguna jasa transportasi laut yang beralih ke moda transportasi udara.

"Yang tadinya menggunakan modal laut sekarang sudah bertambah sejahtera maka dia beralih ke udara, ini yang menjadi catatan," ujar Agus.

Baca: Ini Persiapan yang Dilakukan Masjid Al Jihad Sambut Salat Idul Fitri 1438 H

"Karena apa, kalau kita membeli tiket pesawat terbang, tentunya akan lebih mahal dari pada kapal laut. Nah, animo masyarakat yang meningkat ini bisa diartikan bahwa memang kesejahteraan dari masyarakat akhir-akhir ini juga mulai meningkat," tambah Agus.

Sementara itu, soal kota tujuan pemudik, pulau Jawa tetap menjadi utama khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Tetapi tidak menutup kemungkinan dari daerah-daerah yang lain," ujar Agus.

Robertus Belarminus

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help