TribunMedan/

PLN Dituding Cabut Seluruh Subsidi dan Naikkan TDL, Ini Fakta Sebenarnya

Terakhir, terhitung mulai 1 Mei 2017, konsumen 900 VA yang tergolong masyarakat mampu tak lagi menerima subsidi.

PLN Dituding Cabut Seluruh Subsidi dan Naikkan TDL, Ini Fakta Sebenarnya
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
ilustrasi. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

TRIBUN-MEDAN.com - Perusahaan Listrik Negara ( PLN)  menjadi bulan-bulanan netizen dalam beberapa bulan terakhir.

Pemicunya, BUMN setrum ini diduga mencabut subsidi dan menaikkan TDL.

Bahkan isu ini menjadi topik yang digunakan kelompok yang anti pemerintah untuk menjadi kampanye di media sosial.

Baca: Terang-terangan, Muhaimin Sebut Lobi Jokowi agar Ganjal Khofifah di Pilkada Jatim

Benarkan PLN menaikkan TDL dan mencabut subsidi?

Kepala Satuan Unit Komunikasi Korporat Perusahaan Listrik Negara ( PLN) I Made Suprateka membantah pihaknya telah mencabut subsidi listrik secara menyeluruh.

Menurut dia, PLN hanya mencabut subsidi sekitar 18 juta konsumen 900 VA. Mereka terbukti bukan warga kurang mampu yang layak menerima subsidi dari pemerintah.

"Jadi kalau sekarang kita lihat, negara ini masih memberikan subsidi kepada total 27 juta pelanggan. Jadi sama sekali enggak ada penghilangan subsidi secara total, masih ada (warga) yang diberi subsidi," kata Made, dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/7/2017).

Rinciannya, sebanyak 23 juta konsumen 450 VA. PLN tidak melakukan kebijakan subsidi tepat sasaran kepada golongan tersebut. Kemudian, kebijakan tersebut diberlakukan kepada 23 juta konsumen 900 VA.

Hasilnya, hanya sekitar 4,05 juta konsumen 900 VA yang layak mendapat subsidi. Pemerintah, lanjut dia, mencabut subsidi listrik 18 juta konsumen 900 VA secara bertahap. Pada 1 Januari, PLN mencabut subsidi sebesar 33 persen bagi para konsumen tersebut.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help