TribunMedan/

Pentingnya Fitur Keaslian Uang, BI Gelar Sosialisasi Ciri-ciri Rupiah pada Tuna Netra

"Melalui acara ini diharapkan dapat memberikan pemerataan pengetahuan kepada masyarakat tuna netra terkait Bline Code pada uang rupiah," ujarnya.

Pentingnya Fitur Keaslian Uang, BI Gelar Sosialisasi Ciri-ciri Rupiah pada Tuna Netra
Uang Pecahan Baru (Medsos)
Uang Pecahan Baru (Medsos) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bank Indonesia Kantor Wilayah Sumatera Utara menggelar Sosialisasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah, dan Penyerahan Sembako Kepada Penyandang Tuna Netra. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara perayaan Hari Ulang Tahun Bank Indonesia ke-64, dengan slogan Di setiap Makna Indonesia'.

Kepala Kanwil Bank Indonesia Wilayah Sumut, Arief Budi Santoso mengatakan, Bank Indonesia menyadari, bahwa pentingnya pengetahuan kebanksentralan pada masyarakat, terutama pada kaum tuna netra terkait fitur-fitur yang terdapat pada uang rupiah.

"Melalui acara ini diharapkan dapat memberikan pemerataan pengetahuan kepada masyarakat tuna netra terkait Bline Code pada uang rupiah," ujarnya.

Baca: Bank Indonesia Memprediksi Inflasi Juli 2017 Relatif Terkendali

Baca: BI Hanya Sediakan Rp 70 Triliun untuk Penukaran Uang Baru

Acara yang dihadiri oleh 105 anggota Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) dibuka langsung Arief Budi Santoso, dan perwakilan Pertuni, Norman Ritonga.

Pada acara ini, Bank Indonesia juga melakukan pembagian sembako secara simbolis kepada 10 peserta Pertuni. Pembagian sembako, sengaja diberikan untuk membantu para peserta.

Arief Budi Santoso menuturkan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat perlu dilakukan. Sebab, masih saja ada ditemui peredaran uang palsu.

"Ini bagian dari mencegah dan menanggulangi peredaran uang Rupiah palsu di masyarakat. Dengan adanya sosialisasi, maka masyarakat juga memiliki pengetahuan, mana uang asli dan palsu,"ungkapnya.

Bank Indonesia, lanjutnya, telah mengeluarkan uang Rupiah Tahun Emisi 2016 dengan memperkuat unsur pengaman. Unsur pengamanan ini, harus diketahui masyarakat, untuk membedakan keaslian Rupiah.

Dijelaskannya, unsur pengamanan Rupiah, terdiri dari Color Shifting, Rainbow Feature, Latent Image, Ultra Violet Feature, Blinde Code Tactile Effect, dan Rectoverso.

"Blind Code merupakan kode untuk masyarakat tuna netra, berupa efek rabaan atau Tactile Effect, yang bertujuan untuk membantu masyarakat tuna netra membedakan antar pecahan uang Rupiah dengan lebih mudah," pungkasnya.

Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help