TribunMedan/

Setelah Berkali-kali Dilaporkan Nasabahnya, Ustaz Yusuf Mansur Akhirnya Urus Izin ke OJK

"Saat ini Otoritas Jaksa Keuangan sedang melakukan penelaahan terhadap permohonan izin tersebut," kata Sujanto saat dihubungi KONTAN, Rabu (12/7).

Setelah Berkali-kali Dilaporkan Nasabahnya, Ustaz Yusuf Mansur Akhirnya Urus Izin ke OJK
Tribunnews.com
Ustaz Yusuf Mansur 

TRIBUN-MEDAN.COM - Setelah dirundung masalah tuntutan sejumlah nasabahnya, akhirnya Ustaz Yusuf Mansur mengajukan permohonan izin ke Otoritas Jaksa Keuangan (OJK).

Perusahaan lokal teknologi finansial besutan Ustaz Yusuf Mansur, Paytren, mengajukan permohonan izin usaha sebagai manajer investasi Paytren Asset Management pada Rabu lalu (12/7).

Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jaksa Keuangan (OJK) Sujanto menyatakan pemenuhan izin akan mengikuti perundang-undangan terkait prinsip syariah di pasar modal dan pembentukan unit pengelolaan produk investasi syariah.

"Saat ini Otoritas Jaksa Keuangan sedang melakukan penelaahan terhadap permohonan izin tersebut," kata Sujanto saat dihubungi KONTAN, Rabu (12/7).

Sekadar informasi, Paytren merupakan aplikasi layanan pembayaran dari PT Veritra Sentosa Internasional (Treni). Perusahaan ini seperti ditulis situs resminya, didirikan oleh Ustad Yusuf Mansur pada 2013 lalu. 

Dalam Pasal 2 dan Pasal 27 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 61 /POJK.04/2016, bagi perusahaan wajib memiliki manajer investasi syariah yang telah melakukan pengelolaan produk investasi syariah sebelum berlakunya pasal tersebut, wajib membentuk Unit Pengelolaan Investasi Syariah paling lambat 1 (satu) tahun sejak berlakunya regulasi tersebut.

Diketahui sebelumnya, Yusuf Mansur menyelenggarakan pemungutan dana investasi dari jemaahnya, tanpa izin dari OJK alias investasi bodong. 

Terakhir seorang warga Solo, Wiyoto melaporkan Yusuf Mansur ke polisi karena merasa ditipu investasi abal-abal berjudul "Patungan Usaha". Korban terbujuk untuk berinvestasi karena figur Yusuf Mansur yang terkenal, sehingga  tidak akan melakukan penipuan.

Namun, setelah sejumlah warga mentransfer uang ke sebuah rekening yang ditentukan, bagi hasil yang pernah dijanjikan tak pernah ada.

Atas perbuatan tersebut, Jumat (7/7/2017), Wiyoto mendatangi Polresta Solo di Jalan Adisucipto untuk melaporkan dugaan penipuan tersebut.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help