Dwi Fadhilah Siap Hadapi Asian Karate Championship

"Sejauh ini amanaman aja mas inshaallah gaada kendala karena Kita sudah training centrr dari tanggal 30 juni lalu. Ditambah lagi sebelum dipanggil.."

Tribun Medan / Victory
Dwi Fadhilah pada parhelatan Asian Karate Championship di Astana Kazakhstan sambil memegang bendera Indonesia 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Kejuaraan Asian Karate Championship 2017 siap digelar Juli 2017 dengan tuan rumah Asia Timur yaitu Kazakhstan tepatnya di kota Astana.

Asian Karate Championship adalah tingkat persaingan tertinggi untuk olahraga karate di Asia diikuti oleh 40 negara di Asia termasuk Indonesia.

Indonesia sendiri pada tahun ini mengirimkan 32 karateka terbaik dari seluruh nusantara, dimana untuk kategori junior sebanyak 12 karateka dan senior sebanyak 20 karateka.

Pada kategori Junior, Sumut Patut berbangga karena diantaranya terdapat karateka perempuan asal Sumatera Utara yang ikut dalam rombongan. Wanita tersebut bernama Dwi Fadhilah (18).

Baca: Perampok yang Mengaku Polisi Diduga Warga Sekata

Dwi mengatakan telah siap untuk hadapi pertandingan karena telah dipersiapkan jauh-jauh hari dengan mengikuti training centre (TC) mulai tanggal 30 Juni 2017.

"Sejauh ini amanaman aja mas inshaallah gaada kendala karena Kita sudah training centrr dari tanggal 30 juni lalu. Ditambah lagi sebelum dipanggil Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) untuk kejuaraan ini juga udah persiapan di daerah masing" ungkapnya kepada Tribun sehari sebelum pertandingan digelar (12/7/2017).

"Ngga ada sih soalnya sebelumnya dipanggil pelatnas untuk kejuaraan ini juga udah persiapan di daerah masing"

Ia menjelaskan untuk lawan terberat kategori tingkat asia, dirinya mengakui lawan-lawan asal Asia Timur menjadi yang paling tangguh.

"Kalau lawan terberat untuk tingkat Asia sendiri kebanyakan dari Asia Timur bang," tukasnya.

Untuk pencapaian pribadi pada pargelaran tingkat Asia ini, Dwi menerangkan dirinya tak ingin memberikan patokan sebab hal tersebut membebani dirinya ketika bertanding.

"Sebelumnya kalau masalah target saya tidak pernah bilang ke orang-orang karena itu bisa jadi beban tersendiri untuk saya. Yang terpenting saya ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia," terang wanita berhidung mancung tersebut.

Dwi mengakui dukungan dari orang-orang terdekat menjadi pemacu untuk memberikan yang terbaik. Hal tersebut sering didapatkan dari orang tua yang selalu menyempatkan untuk memberikan motivasi meski jarak yang cukup jauh.

"Kalau orang tua pasti memberikan dukungan sepenuhnya berupa motivasi. Biasanya kalau mau tanding selalu menelefon untuk mengatakan hanya sekali jangan pernah menyianyiakan kesempatan yang ada selalu andalkan Allah disetiap langkah," tutupnya.

(cr10/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved