TribunMedan/
Home »

Cetak

Edisi Cetak Tribun Medan

Sidimpuan dan Tabagsel Diguncang Gempa 5,0 SR, Begini Kerusakan yang Terjadi

Sejak sepekan terakhir, tercatat sedikitnya delapan gempa berkekuatan lebih dari 3 Skala Richter (SR) mengguncang Sumut.

Sidimpuan dan Tabagsel Diguncang Gempa 5,0 SR, Begini Kerusakan yang Terjadi
IST
Rumah salah satu warga yang rusak akibat gempa berkekuatan 5,5 pada skala richter, Jumat (14/7/2017) 

MEDAN, TRIBUN - Sejak sepekan terakhir, tercatat sedikitnya delapan gempa berkekuatan lebih dari 3 Skala Richter (SR) mengguncang Sumut.

Pada Minggu (9/7) pukul 02:34:41 WIB, BBMKG Wilayah 1 Medan melaporkan gempa berkekuatan 4,5 SR mengguncang Kota Padangsidempuan.

Sehari kemudian, Senin (10/7) pukul 20:37:07 WIB, gempa kembali mengguncang Kabupaten Mandailing Natal. Kekuatan gempa tercatat lebih kecil dari sebelumnya, yakni 3,7 SR.

Tak berhenti di situ, gempa yang lebih besar kembali mengguncang Kabupaten Samosir pada Selasa (11/7) pukul 08:24:32 WIB. Gempa ini berkekuatan 5,2 SR.

Tiga hari berselang, Jumat (14/7) pukul 08:25:16, BBMKG Wilayah 1 Medan melaporkan gempa terjadi di Kota Padangsidempuan. Kekuatan gempa sempat dilaporkan mencapai 5,5 SR. Namun, pihak BBMKG kemudian meng-update laporan itu menjadi 5,0 SR.

Menurut Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah 1 Medan Syahnan, gempa ini berjenis tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake). Gempa terjadi akibat aktivitas Zona Sesar Sumatera (Sumatera Fault Zone) yang dibangkitkan oleh aktivitas sesar mendatar (strike-slip fault).

Pihaknya menduga kuat sesar aktif yang memicu gempa ini adalah segmen Angkola. Berdasarkan karakteristik catatan gelombang seismik dan mekanisme sumbernya, gempa ini murni disebabkan oleh aktivitas tektonik dan bukan akibat aktivitas vulkanik.

"Gempa ini tidak berpotensi tsunami," kata Syahnan via WhatsApp.

Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, gempa yang mengguncang Kota Padangsidempuan kemarin, menyebabkan 60 rumah rusak.

Seorang perempuan bernama Masitoh Ritonga (73), dilaporkan menderita luka-luka.

60 unit rumah yang mengalami kerusakan itu antara lain berada di Desa Pokenjior (enam rumah rusak sedang), Desa Mompang (satu rumah rusak berat), Desa Simatohir (satu rumah rusak sedang, satu rumah rusak ringan dan satu sekolah dasar rusak ringan).

Kemudian di Desa Palopat Maria (satu rumah rusak berat), Desa Sitaratoit (dua rumah rusak berat dan delapan unit rumah rusak ringan), Desa Lobulayan Sigordang (15 rumah rusak berat dan 25 t rumah rusak ringan). (cr5)

Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help