TribunMedan/
Home »

Cetak

Pertamina Catat Kenaikan Konsumsi BBK dan Avtur selama Lebaran

Di Sumatera Barat, konsumsi bahan bakar jenis Pertamax naik 44 persen dari normal 144 kiloliter perhari menjadi 208 kiloliter (kl) perhari.

Pertamina Catat Kenaikan Konsumsi BBK dan Avtur selama Lebaran
Tribun Medan
Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), Elia Massa Manik didampingi General Manager Marketing Operation Region I (MOR I) Sumbagut, Erry Widiastono saat menyerahkan paket bingkisan kepada awak mobil tangki di TBBM Medan Group. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pertamina mencatat tren kenaikan konsumsi Bahan Bakar Khusus (BBK) dan Avtur selama satgas Idul Fitri 1438 H di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang berlangsung dari tanggal 10 Juni hingga 10 Juli 2017 lalu.

General Manager Marketing Operation Region I (MOR I) Sumbagut, Erry Widiastono, mengatakan, pada Satgas Idul Fitri 1438 H, Terjadi peningkatan konsumsi untuk produk Bahan Bakar Khusus (BBK) seperti Pertalite sebesar 20 persen, Pertamax sebesar 30 persen dan Dexlite 33 persen.

Baca: Ketika Senjata Meletus dan Avtur Tumpah di Kualanamu

"Sedangkan produk Premium dan Solar mengalami penurunan konsumsi di Sumbagut, walaupun Pertamina telah melakukan penambahan sebesar pasokan melalui mobil tangki ke SPBU yang beroperasi," ujarnya.

Ia menuturkan, di Sumbagut, peningkatan tertinggi BBK produk Pertamax terjadi di Provinsi Sumatera Barat. Di Sumatera Barat, konsumsi bahan bakar jenis Pertamax naik 44 persen dari normal 144 kiloliter perhari menjadi 208 kiloliter (kl) perhari.

"Di Sumbar, lonjakan konsumsi Pertamax terjadi pada H-1 tgl 24 Juni menjadi 331 kiloliter atau naik 129 persen," tuturnya.

Ia menerangkan, begitu pula produk bahan Bakar jenis Pertalite, peningkatan konsumsi tertinggi di Provinsi Sumatera Barat.

"Di Sumbar mengalami peningkatan tertinggi pada H-1 Lebaran dengan peningkatan dari angka penyaluran harian normal sebesar 899 kl perhari menjadi 1.630 kiloliter atau naik 81 persen. Selama satgas, penyaluran Pertalite di Sumbar naik rata rata 34 persen atau menjadi 1.205 kl per hari dari normal 899 kl," terangnya.

Ia menjelaskan, di Sumbagut tren kenaikan tertinggi konsumsi Dexlite terjadi di Provinsi Aceh. Di Aceh Dexlite naik 72 persen rata-rata harian selama Satgas, normalnya 11,4 kl menjadi 19,7 kl . Penyaluran tertinggi di tanggal 7 Juli sebesar 48 kl atau 319 persen naik dari normal.

"Peningkatan konsumsi bahan bakar di Sumbagut didominasi oleh permintaan konsumen di daerah jalur mudik dan wisata, khususnya di Sumbar yang mengalami kenaikan tertinggi untuk produk Pertamax dan Pertalite," jelasnya.

Ia mengungkapkan, konsumsi tertinggi utk Bahan Bakar Khusus Pertamax dan Pertalite di Sumatera Barat terjadi di Kota Padang, Pesisir Selatan, Payakumbuh, dan Padang Panjang.

"Sementara rata-rata penyaluran Premium di Sumbagut pada Satgas Idul Fitri dari 10 Juni hingga 10 Juli turun 8 persen. Tren tertinggi penurunan konsumsi Premium terjadi di Provinsi Sumut, dari konsumsi harian normal 1.754 kl menjadi 1.345 kl atau turun 23 persen dari normal," ungkapnya.

Ia menuturkan, sedangkan solar juga turun 9 persen rata-rata selama satgas. Dari normal harian di Sumbagut sebesar 6.584 kl menjadi 6.006 kl. Tren tertinggi penurunan konsumsi Solar terjadi di Provinsi Sumbar, dari normal 1.065 kl menjadi 928 kl atau turun 13 persen dari normal.

"Untuk bahan bakar pesawat udara, Pertamina Sumbagut mencatat pada masa satgas terjadi kenaikan konsumsi di Sumbagut sebesar 6 persen, dari penyaluran normal sebesar 1.104 kl menjadi 1.173 kl. Lonjakan tertinggi konsumsi Avtur terjadi di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Silangit, Sumatera Utara, dengan peningkatan konsumsi sebesar 57 persen dari normalnya sebesar 12 kl menjadi 18,9 kl per hari pada masa satgas," tuturnya.

Ia mengatakan, posko satgas Pertamina Sumbagut tersebar di Kantor Region Pertamina, Kantor Cabang, serta lokasi-lokasi di TBBM, DPPU dan Depot LPG yang selalu siaga dari 10 Juni hingga 10 Juli 2017 lalu.

"Untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan BBM dan elpiji, Tim satgas Pertamina terus bersiaga memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat. Apabila terdapat keluhan dan informasi terhadap layanan dan produk Pertamina dapat menghubungi Contact Pertamina di 1-500-000," katanya.

Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help