TribunMedan/

Bos Telegram Minta Maaf Platform-nya Jadi Sarang Chat Teroris, Istana Beri Lampu Hijau

Istana berharap pemblokiran layanan web milik aplikasi bernama Telegram bukan akhir cerita.

Bos Telegram Minta Maaf Platform-nya Jadi Sarang Chat Teroris, Istana Beri Lampu Hijau
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo di gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/3/2017) (KOMPAS.COM/LUTFY MAIRIZAL PUTRA) 

TRIBUN-MEDAN.com - Istana berharap pemblokiran layanan web milik aplikasi bernama Telegram bukan akhir cerita.

Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo, pemerintah tetap berharap dicapai jalan tengah agar kepentingan perusahaan Telegram dan pemerintah Indonesia bisa sama-sama terakomodasi.

"Saya kira pasti ada jalan tertentu yang dicari. Jalan tengahlah," ujar Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Pasalnya, perusahaan Telegram sudah meminta maaf kepada pemerintah Indonesia.

Baca: Ajaib, Nenek Ini Bisa Melahirkan Bayi Pertama Kendati Usianya Sudah 72 Tahun

Baca: Resmi Bercerai, Ini Penyebab Kirana Larasati dan Suami Cekcok Hebat Saat Anak Baru Tiga Bulan

Baca: VIDEO: PNS Ini Diprotes Warga Kota Kelahiran Jokowi, Sibuk Main Ponsel dan Merokok di Kantor 

Inilah kronologi pemblokiran Telegram, ternyata dimulai sejak Maret 2016, tapi bos Telegram cuek saja.
Inilah kronologi pemblokiran Telegram, ternyata dimulai sejak Maret 2016, tapi bos Telegram cuek saja. ()

Mereka pun berkomitmen menjalin komunikasi aktif dengan pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi imbas negatif aplikasinya.

Oleh sebab itu, lanjut Johan, kemungkinan untuk membuka kembali babak baru hubungan Indonesia dengan perusahaan Telegram dapat terwujud.

"Bisa saja dibangun kembali atau diselesaikan persoalan pemerintah kepada Telegram. Poinnya kan sebenarnya cuma satu, yakni keamanan negara," ujar Johan.

Halaman
123
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help