TribunMedan/
Home »

Sumut

Bus Sekolah di Deliserdang Tak Difungsikan, Kenapa?

Dinas Perhubungan Kabupaten Deliserdang belum memfungsikan bus sekolah yang merupakan bantuan hibah dari Kementerian Perhubungan.

Bus Sekolah di Deliserdang Tak Difungsikan, Kenapa?
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
Bus sekolah bantuan dari Kementerian Perhubugan mangkrak di areal uji berkala kendaraan bermotor atau KIR Dinas Perhubungan Deliserdang Senin, (17/7). Sudah bertahun-tahun bus sekolah ini tidak difungsikan. 

TRIBUN-MEDAN.com, PAKAM - Dinas Perhubungan Kabupaten Deliserdang belum memfungsikan bus sekolah yang merupakan bantuan hibah dari Kementerian Perhubungan. Seorang staf di DInas Perhubungan mengatakan, sudah lebih dari dua tahun lamanya bus sekolah ini mangkrak di kantor Dinas Perhubungan dan tidak dipergunakan untuk mengangkut anak sekolah pergi dan pulang dari sekolah. Meski fisik bus masih tampak mulus namun saat ini hanya tampak diparkirkan di area pelayanan uji berkala kendaraan bermotor atau KIR.

"Kalau busnya masih bagus ini sebenarnya. Sebenarnya gunanya memang untuk mengangkut anak sekolah. Ya seperti hari inilah contohnya kan hari pertama masuk sekolah ya harus bergerak juga angkut anak sekolah. Bus ini tak pernah ngangkut anak sekolah. Paling kalau ada acara, misalnya ada orang tua di kantor ini meninggal, barulah bus ini dipakai,” kata staf tersebut.

Kadis Perhubungan Deliserdang, Jannes Manurung yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan, bus ini belum difungsikan lantaran pihaknya baru saja siap mengurus surat-surat administrasinya dari pusat. "Kalau programnya harus banyak yang kita angkut itu (anak-anak sekolah). Udah tanya saja sama Kabidnya, Sagala. Lagi pula baru selesai itu urus surat-surat administrasinya," kata Jannes.

Kabid Sarana Dan Prasarana Dinas Perhubungan Deliserdang M.P Sagala menjelaskan permohonan bantuan bus sekolah ini pertama kali dilakukan pada saat Kadis Perhubungan masih dijabat oleh Hasiolan Sinaga beberapa tahun lalu. Permohonan bantuan dilayangkan karena pada saat itu banyak anak sekolah di Deliserdang yang naik angkutan umum dan duduknya hingga tidak lagi dibagian yang seharusnya dan dapat membahayakan keselamatan jiwanya. Dikatakannya,  permohonan bantuan bus itu baru terealisasi pada saat zaman Kadis Tahir Siagian yang saat ini sudah menjabat sebagai Kadisperindag.

" Kalau gak salah saya tahun 2014 atau 2015 ini busnya datang dari pusat. Cuma saat itu belum ada nomor polisinya diberikan sama kita. Surat suratnya baru selesai 2016 akhirlah. Memang belum pernah kita pakai untuk angkut anak sekolah tapi sudah pernah juga dipergunakan untuk kegiatan MTQ ataupun yang lainnya. Kalau sekarang memang belum tau kita kedepan mau dibuat seperti apa bus ini. Kalau di daerah lain seperti Samosir dan Tobasa ada bus itu malah di sewakan. Kalau kita gak berani. Lima rupiah pun gak berani ngutip uang dari bus itu," kata Sagala.

Seorang siswi SMK Sinar Harapan Beringin, Wina mengaku kalau sehari-hari dirinya bisa mengeluarkan uang Rp 13 ribu hanya untuk ongkos. Saat ini dirinya tengah mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) di kantor DPRD Deliserdang. Dirinya menyebut kalau angkutan umum tidak ada dari dekat rumahnya menuju kantor DPRD.

"Kami dari rumah naik becak sama kawan kawan. Ada enam orang satu becak. Jadi kalau pulang sama pergi kena Rp 13 ribu," kata Wina. (*)

 

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help