TribunMedan/
Home »

Video

NEWS VIDEO: Mahasiswa USU Kembangkan Teknologi untuk Lihat Istana Kesultanan Langkat dan Serdang

Wakil Dekan II sekaligus dosen Fasilkom-Ti M. Fadly Syah Putra mengatakan teknologi ini merupakan hasil dari kerja keras dosen beserta mahasiswa yang

NEWS VIDEO: Mahasiswa USU Kembangkan Teknologi untuk Lihat Istana Kesultanan Langkat dan Serdang
Tribun Medan/Victory
Dosen beserta mahasiswa program studi Teknologi Informasi Fasilkom-TI USU 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ingin melihat kembali peninggalan sejarah Istana Kesultanan Langkat dan Kesultanan Serdang? Solusinya anda dapat mengunjungi Laboratorium Multimedia milk Fakultas Ilmu Komputer dan Fasilkom Teknologi (Fasilkom-TI) Universitas Sumatera Utara (USU).

Dosen beserta mahasiswa program studi Teknologi Informasi Fasilkom-Ti USU saat ini tengah mengembangkan teknologi untuk mengembalikan Istana Kesultanan Langkat dan Kesultanan Serdang yang telah menjadi puing. Teknologi ini dinamakan Virtual Reality peninggalan bersejarah di Sumatera Utara.

Wakil Dekan II sekaligus dosen Fasilkom-Ti M. Fadly Syah Putra mengatakan teknologi ini merupakan hasil dari kerja keras dosen beserta mahasiswa yang dikerjakan bersama di laboratorium multimedia.

Baca: Tak Lulus Penerimaan Jalur Mandiri USU, Masih Bisa Ikut Program Diploma Kok

Baca: Lulus SBMPTN Masuk ITB Umur 14 Tahun, Izzan Tak Pernah Sekolah Formal

“Jadi kami di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Sumatera Utara, program studi Teknologi Informasi di Laboratorium penelitian di bagian multimedia. Ada beberapa penelitian yang sedang kita jalankan bersama beberapa mahasiswa ini ada Iqbal dan Fatimah. Pertama Virtual Reality untuk Istana Kesultanan Langkat dan Kesultanan Serdang,” ungkapnya kepada Tribun-Medan.com, Sabtu (15/7/2017).

Fadly menerangkan tujuan dari teknologi virtual reality ini adalah untuk mengembalikan kenangan masyarakat Sumut terkhusus mereka yang tinggal di Langkat dan Serdang agat dapat mempelajari dan mengenang akan masa lalunya.

“Dimana teknologi ini bertujuan adalah supaya generasi mendatang dapat mempelajari dan melihat bahwa sebuah bangunan bersejarah itu pernah ada. Jadi dengan teknologi virtual reality ini istana ini sudah dibangun kembali dan bisa dijelajahi dengan menggunakan namanya HMD,” lanjutnya.

Pantauan Tribun ketika mengenakan kacamata virtual Head Mounted Display (HMD) dan menjelajahi Istana Kesultanan Langkat dan Kesultanan Serdang. Tampak keadaan kerajaan seperti nyata terlihat dalam bentuk virtual. Ketika Tribun diarahkan untuk menaiki atau menurunin tangga kerajaan, seperti benar nyata ada di dalamnya.

Pria yang juga merupakan pakar IT tersebut menjelaskan pembuatan virtual tiga dimensi kedua kerajaan tersebut cukup memakan waktu, disebabkan di Indonesia foto-foto peninggalan mengenai kedua kerajaan tidak ditemukan di Indonesia. Fadly bersama tim harus mencari informasi hingga ke perpustakaan Koninklijk Instituut voor Taal- Land- en Volkenkunde (KITLV) di Kota Leiden, Belanda.

“Agak miris juga karena di Indonesia agak susah kita menemukannya. Jadi data didapatkan dari perpustakaan KITLV itu adalah perpusatakaan untuk foto-foto bersejarah yang ada di belanda, jadi kita minta dengan email kemudian diberikan set foto-foto istana tersebut. Nah set foto itu kita rangkai dengan trigonometri sehingga bisa kita dapatkan bentuk tiga dimensi dari istana itu dari penggabungan foto-foto yang ada,” jelasnya.

“Kemudian kita verifikasi ke keturunan Sultan Langkat dan Sultan Serdang untuk melengkapi cerita. Data utama tetap foto yang dirangkai kemudian kita perlihatkan kepada keluarga dan diverikasi,” lanjut Fadly.

SAKSIKAN VIDEONYA:

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help