TribunMedan/
Home »

Video

NEWSVIDEO: Begini Tanggapan Anggota DPRD Terkait Aksi Mimbar Anti Korupsi

“Kita sebagai lembaga legislatif perwakilan Sumut, memiliki komitmen bahwa kita setuju dengan upaya pemberantasan korupsi. Baik yang dilakukan oleh.."

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Anggota DPRD Sumatera Utara komisi C yang berasal dari Partai PDI, Sutrisno Pangaribuan ikut naik ke atas mobil pikap terbuka, untuk menyuarakan aksi mimbar anti korupsi.

Saat berada di atas mobil pikap Sutrisno mengatakan posisi kami naik mobil ini sebagai bentuk dukungan. Jadi kami tidak sembarangan naik kesini, bukan hanya sekedar karena di ajak-ajak tapi memang komitmen bersama.

Dijumpai setelah selesai Orasi, Sutrisno menuturkan bahwasannya mereka kan datang koalisi masyarakat anti korupsi Sumut.

Menyampaikan beberapa hal terkait dinamika bangsa kita hari ini. Apakah itu menyangkut Pansus angket KPK di DPR RI, juga aksi-aksi lain terhadap pemberantasan korupsi.

Baca: NEWSVIDEO: Koalisi Masyarakat Sumut Bersih Lakukan Aksi Mimbar Anti Korupsi

“Kita sebagai lembaga legislatif perwakilan Sumut, memiliki komitmen bahwa kita setuju dengan upaya pemberantasan korupsi. Baik yang dilakukan oleh KPK, Polri, maupun yang dilakukan oleh Kejaksaan,“ kata Sutrisno, Senin (17/7/2017).

Sutrisno mengatakan institusi yang disebutkan tadi adalah institusi penegak hukum, yang memang juga tugasnya adalah dalam rangka pemberantasan korupsi.

"Jadi kedepan kita harapkan bahwa aksi dukungan ini, juga tidak hanya dialamatkan kepada KPK. Tapi juga bisa dialamatkan kepada Polri dan Kejaksaan. Agar institusi ini juga kuat dalam rangka penegakan anti korupsi," kata Sutrisno.

"Artinya secara positif apa yang dilakukan oleh teman-teman hari ini, menjadi energi pendorong bagi kita dalam rangka menegaskan dan memperkuat komitmen kita memberantas korupsi,“ tambahnya.

Saat ditanya terkait beberapa anggota dewan yang ditangkap oleh KPK. Sutrisno menanggapi dengan santai bahkan terkesan biasa saja.

“Yang pasti kan kita tidak pernah bisa melawan hukum. Artinya hukum itu berlaku kepada semua orang, tidak ada orang yang bisa kebal dengan hukum. Kita sudah saksikan intitusi dimanapun di Negara ini,“ kata Sutrisno.

“Ketika diduga disana terjadi praktek korupsi kan bisa. Ada hakim Mahkamah Konstitusi (MK), ada anggota DPR RI, Kepolisian dan oknum TNI. Bahkan anggota DPRD Sumut kan juga sudah ada yang terkena kasus korupsi," tambahnya.

"Jadi tidak ada yang bisa kebal dengan itu, kalau besok misalnya saya juga diduga menerima aliran dana korupsi, saya juga akan bersedia di proses. Jadi tidak ada yang kebal terhadap itu," Pungkas Sutrisno.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help