TribunMedan/
Home »

Video

NEWSVIDEO: Penjelasan Kapolda Terkait Kapolres Marudut Liberty Cekoki Warga dengan Miras

"Nantinya akan kita sinergikan dengan keterangan-keterangan awal. Pada prinsipnya apakah bisa dikenakan disiplin ataupun kode etik. Ada unsur-unsurnya

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Video yang beredar memuat seseorang diduga Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberti Panjaitan sedang mabuk minuman keras di sebuah ruangan tempat karaoke dipenuhi minuman keras (miras) hingga mencekoki seorang pengunjung dengan miras beredar.

Video yang berdurasi kurang lebih lima menit ini, berasal hasil rekaman kamera pengintai atau cctv. Sempat Viral beberapa hari yang lalu, bahkan di tonton ribuan kali oleh masyarakat luas melalui aplikasi Youtube

Menanggapi kabar yang beradar tersebut, dijumpai usai memaparkan kasus penangkapan sabu 44 kilogram pada Sabtu 15 Juli 2017, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan Kabid Propam sudah melaporkan kepada saya, dan ada beberapa hasil pendalaman yang dilakukan oleh tim Kabid Propam.

"Nantinya akan kita sinergikan dengan keterangan-keterangan awal. Pada prinsipnya apakah bisa dikenakan disiplin ataupun kode etik. Ada unsur-unsurnya nanti kita akan gelar dulu hasil dari pada penyelidikan awal oleh Propam,“ kata Paulus, Sabtu (15/7/2017).

Baca: Wiraland Property Adakan Member Gathering Digital Networking

"Mereka akan paparkan depan saya, Wakapolda dan pejabat terkait tentang apa hasil Propam. Di objek baik di Polres maupun terhadap para pelaku," tambahnya.

Dari hasil kesimpulan tersebut Paulus menuturkan nantinya kita bisa menentukan, apa langkah dan tindakan selanjutnya dilakukan.

"Prinsipnya kami sudah melaksanakan semacam Standard Operating Procedure (SOP), terkait dengan apabila adanya dugaan keterlibatan oknum Polri dari berbagai sisi," kata Paulus.

"Kita akan mengambil tindakan setelah semua prosesnya berjalan. Apakah ditarik, dinonaktifkan atau tidak. Jadi hasil laporan dengan bukti seperti itu, kita akan klarifikasi dari tim. Kita tidak boleh sepihak karena nanti kita bisa salah mengambil keputusannya," ujar Paulus.

Paulus menghimbau kepada awak media agar mohon bersabar dahulu, karena saat ini kita juga sedang meminta paparan dari Propam dan tim yang sudah turun ke TKP, jadi mohon bersabar.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help