TribunMedan/
Home »

Sumut

Peredaran Narkoba Makin Mengkhawatirkan, 41 Persen Pelajar di Kota Ini Positif Terpapar Narkoba

Yang kian mengkhawatirkan, dari data yang dihimpun Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Indonesia, narkoba kini mulai meracuni kalangan pelaj

Peredaran Narkoba Makin Mengkhawatirkan, 41 Persen Pelajar di Kota Ini Positif Terpapar Narkoba
Tribun Medan/Array
Polda Sumut bersama Bea Cukai, BNNP dan instansi terkait memusnahkan barang bukti hasil tangkapan kurun waktu Januari hingga Maret 2017, Jumat (31/3/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Maraknya peredaran narkoba di Indonesia seakan tak terbendung oleh aparat penegak hukum.

Meski saban hari ada saja para pengedar dan bandar yang tertangkap, namun peredaran narkoba seolah tak bisa dibasmi, bahkan zat berbahaya ini menyebar bak virus.

Yang kian mengkhawatirkan, dari data yang dihimpun Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Indonesia, narkoba kini mulai meracuni kalangan pelajar.

Berdasarkan survei yang dilakukan Quick Investigator Team Komnas Anak, rata-rata siswa SMP hingga SMA di Indonesia sudah terpapar narkoba.

Baca: Rekaman CCTV Kapolres di Tempat Hiburan Malam Beredar di Sosmed, Pengamat: Jeruk Makan Jeruk

Baca: Anggota DPR Minta Polisi Usut Oknum Penyebar Video CCTV Kapolres di Tempat Hiburan

Baca: TERUNGKAP! Ternyata Penyebar Rekaman CCTV Kapolres di Tempat Hiburan Malam Adalah

"Seperti contoh di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Dari data yang dihimpun tim Investigator bekerjasama dengan BNN Kota Tanjungbalai, jumlah pelajar yang terpapar narkoba itu mencapai 41,08 persen dari 9.780 siswa," kata Ketua Umum Komnas PA Indonesia, Arist Merdeka Sirait, Senin (17/7/2017).

Pria kelahiran Siantar ini mengatakan, dari uji tes urine terhadap 300 siswa di 10 SMK dan satu sekolah akademi di Kota Tanjungbalai, petugas BNN menemukan hanya satu sekolah SMK saja yang steril. Artinya, tingkat pengguna narkoba di kalangan pelajar kian mengkhawatirkan dan perlu adanya pengawasan bagi orangtua dan pihak sekolah.

"Banyak anak yang bahkan dimanfaatkan para bandar dan pengedar untuk menjual narkoba di lingkungan sekolah. Biasanya, alur peredaran narkoba di tingkat sekolah di lakukan toilet, atau di kantin pada saat jam-jam istirahat," ungkap Arist melalui apk WhatsApp.

Jelang Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2017 mendatang, Arist berharap masalah narkoba di kalangan pelajar harus menjadi pembahasan serius semua pihak. Orangtua dan pihak sekolah harus sama-sama mencari solusi bagaimana keluarga menjadi kunci pemberantasan narkoba.

"Inilah kenapa di beberapa Lapas anak banyak sekali usia produktif ditahan karena terjerat narkoba. Untuk mengantisipasi masalah ini, keluarga dan sekolah harus memberikan pemahaman dampak dan bahaya narkoba itu sendiri," pungkas Arist.(*)

Penulis: Array A Argus
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help