TribunMedan/

Pungutan Liar Menghambat Perkembangan Industri Pariwisata

Tapi, masih banyak kendala yang dihadapi pengusaha untuk berinvestasi, seperti adanya kutipan dari berbagai organisasi tertentu.

Pungutan Liar Menghambat Perkembangan Industri Pariwisata
Tribun Medan/Risky Cahyadi
Pengunjung lokal mendatangi wisata Kawah Biru di Desa Dolok Tinggi Raja, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (13/7/2017). Wisata Kawah Biru dengan perpaduan hijau dan putih tersebut menjadi daya tarik wisatawan untuk menikmati alam, air panas alami dan kawah biru.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Rusmin Lawin, Wakil Ketua DPP REI Bidang Hubungan Luar Negeri mengatakan, program Pemerintah akan fokus untuk mengembangkan sektor pariwisata di seluruh wilayah di Indonesia.

Sehingga, Kementerian Pariwisata telah meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai lembaga. Satu di antaranya Real Estate Indonesia (REI).

Setelah adanya kesepakatan tersebut, mengakibatkan para pengusaha di bidang real estate akan mendorong dan fokus kembangkan sektor pariwisata. Artinya, pengusaha turut mempromosikan sektor pariwisata sekaligus berinvestasi.

Baca: TERUNGKAP! Kadis Perhubungan Minta Setoran Rp 100 Juta Per Bulan pada Petugas Jembatan Timbang

Baca: ALAMAK! PNS Ini Terpaksa Ngutang Demi Penuhi Setoran 100 Juta kepada Kadis Perhubungan

Baca: Mengulik Uang Masuk Kadis Perhubungan dari Pungli Jembatan Timbang, Jumlahnya Bikin Mata Terbelalak

"Selain itu, pengusaha juga diminta mendorong program rumah wisata dan pondok wisata. Jadi pengusaha membangun rumah atau pondok untuk masyarakat. Adapun ketentuannya serupa dengan program rumah subsidi," ujarnya saat dihubungi, Senin (17/5/2017).

Tapi, masih banyak kendala yang dihadapi pengusaha untuk berinvestasi, seperti adanya kutipan dari berbagai organisasi tertentu. Bahkan, kalangan pemuda juga banyak datang meminta uang ataupun jasa tertentu akibatkan pengusaha terganggu.

Beberapa waktu lalu, saya sudah membaca berita tentang tutupnya objek wisata Puncak Hoza, Labura karena pengelola tidak tahan adanya kutipan. Dan sebenarnya, pungli tidak hanya di kawasan Puncak Hoza tapi banyak lokasi lain.

Halaman
12
Penulis: Jefri Susetio
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help