TribunMedan/

Ratusan Pelari Kumpul di Medan Friendship Community Run

Komunitas lari punya potensi untuk mengembangkan olahraga lari di Kota Medan yang semakin banyak peminatnya.

Ratusan Pelari Kumpul di Medan Friendship Community Run
ist
Anggota komunitas lari di Kota Medan foto bersama usai Medan Friendship Community Run di Royal Sumatra, Minggu (17/7/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Komunitas lari di Kota Medan dan sekitarnya berkumpul dan memperat hubungan persaudaraan dalam acara Medan Friendship Community Run di Royal Sumatra, Minggu (16/7/2017).

Acara lari yang memasukan unsur "fun" dan "friendship" ini diikuti oleh sekitar dua ratus orang yang berasal dari beberapa komunitas lari.

Anggota dari komunitas lari seperti Banana Runners, irun, Medan Merdeka Runners, Run MDN, Runvolution, dan Tamora Runners, dan T-Sel Runner dibagi dalam 21 tim yang beradu cepat merangkai kata-kata yang harus dicari.

Ketua panitia Kevin Johan mengatakan, Banana Runners sebagai penyelenggara berharap ajang ini dapat membuat komunitas lari di Medan semakin kompak.

"Selama ini kan kalau ketemu sewaktu lari paling hanya saling menyapa karena kurang kenal," katanya.

Menurut pria yang akrab dipanggil Kenjo ini, komunitas lari punya potensi untuk mengembangkan olahraga lari di Kota Medan yang semakin banyak peminatnya.

"Sekarang ini, di Kota Medan sudah banyak lomba lari, tapi masih banyak yang panitianya kurang profesional. Mahalnya biaya pendaftaran lomba lari juga menjadi isu penting," ujarnya.

Ia mengatakan, di kota-kota lain seperti Bogor dan Jakarta, komunitas lari ikut memperjuangkan perbaikan ruang publik dan telah menjadi grup penekan bagi pemerintah setempat.

"Sama seperti yang dilakukan komunitas di kota lain, komunitas lari di Medan ingin mendorong ruang publik seperti Lapangan Merdeka diperbaiki agar warga lebih nyaman berolahraga," katanya.

Komunitas lari di Kota Medan juga ingin olahraga lari lebih dikenal sehingga masyarakat bisa lebih mengapresiasi para pelari.

"Jadi nanti, misalnya, saat ada lomba lari, masyarakat maklum kalau jalan dipakai sebagian. Pengemudi juga bisa lebih ramah kepada para pelari," katanya. (ton/tribun-medan.com)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help