TribunMedan/
Home »

Sumut

Rekaman CCTV Kapolres di Tempat Hiburan Malam Beredar di Sosmed, Pengamat: Jeruk Makan Jeruk

Pengamat Kriminal sekaligus pakar hukum Dr Sarbuddin MH mengatakan adanya dugaan keterlibatan oknum polisi lain yang ingin menjatuhkan Kapolres.

Rekaman CCTV Kapolres di Tempat Hiburan Malam Beredar di Sosmed, Pengamat: Jeruk Makan Jeruk
Tribun Medan/Dedy
Pengamat Kriminal dan pakar hukum Dr Sarbuddin MH 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Rekaman CCTV yang menampilkan Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan di tempat hiburan malam Studio 21 Miles jadi viral di media sosial.

Kok bisa rekamannya beredar?

Pengamat Kriminal sekaligus pakar hukum Dr Sarbuddin MH mengatakan adanya dugaan keterlibatan oknum polisi lain yang ingin menjatuhkan Kapolres.

"Ini namanya jeruk makan jeruk seperti ini. Dokumen CCTV tidak boleh sembarang beredar. Dalam UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 juga diatur disana. Tidak boleh menyebarkan atau memberikan kepada orang lain untuk diakses untuk penghinaan pencemaran nama baik. Permasalahan pengambilan CCTV tidak boleh sembarangan. Yang boleh hanya penyidik atau kepolisian yang diduga ada tindak pidana," jelasnya, Senin (17/7/2017).

Baca: Anggota DPR Minta Polisi Usut Oknum Penyebar Video CCTV Kapolres di Tempat Hiburan

Baca: TERUNGKAP! Ternyata Penyebar Rekaman CCTV Kapolres di Tempat Hiburan Malam Adalah

Katanya, beredarnya CCTV cek out oleh kapolres perlu pihak Kapolda Sumatera Utara mengusut tentang pencemaran nama baik kapolres melalui bluetooth atau Facebook yang berasal dari Restauran City atau Miles (Studio 21).

"Miles kan wilkum (wilayah hukum) Siantar. Hemat saya ada dugaan yang mengambil adalah oknum anggota Polri. Menurut hemat saya bahwa tidak mungkin yang mengambil di luar wilayah Miles. Perlu diusut Polda dan Irwasda siapa yang menyerahkan dokumen CCTV itu sehingga beredar? Kepada siapa diberikan dan siapa yang siapa yang menerima? Ini diusut sudah tahu siapa sebenarnya dalang yang menyebarluaskan tuduhan cekoki pada seorang masyarakat oleh Kapolres Simalungun," bebernya.

Ia menduga ada skenario menjatuhkan kredibilitas Kapolres Simalungun yang selama tiga bulan, bandar narkoba sebagai penyalur, pengguna sudah habis dibabat semua.

Halaman
123
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help