TribunMedan/
Home »

Video

Pemblokiran Telegram

Respons Menohok Presiden Jokowi Menyasar Rencana Pemblokiran Telegram

Keputusan untuk menutup domain layanan pesan Telegram, didasari oleh masih banyaknya muatan terorisme.

Respons Menohok Presiden Jokowi Menyasar Rencana Pemblokiran Telegram
TRIBUNNEWS/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo mengungkapkan kemarahan ketika ditanya sejumlah wartawan terkait kasus dugaan pencatutan namanya dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam permintaan saham Freeport, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/12/2015). Presiden Joko Widodo menegaskan tidak boleh ada pihak mana pun yang bisa mempermainkan kewibawaan lembaga negara karena hal ini menyangkut soal kepatutan, kepantasan dan moralitas. TRIBUNNEWS/BIRO PERS 

TRIBUN-MEDAN.com - Keputusan untuk menutup domain layanan pesan Telegram, didasari oleh masih banyaknya muatan terorisme.

Pengelola situs pun dinilai tidak bisa mengendalikan hal ini sehingga pemerintah kemudian melakukan kebijakan untuk memblokir sebelas domain Telegram.

Presiden Joko Widodo mengatakan, keputusan untuk memblokir layanan Telegram karena masih tersebarnya isi yang bermuatan terorisme dan membahayakan keamanan negara dan masyarakat. 


Inilah kronologi pemblokiran Telegram. Pavel Durov, bos Telegram, ternyata sudah diingatkan pemerintah sejak Maret 2016, tapi ia cuek saja.
Inilah kronologi pemblokiran Telegram. Pavel Durov, bos Telegram, ternyata sudah diingatkan pemerintah sejak Maret 2016, tapi ia cuek saja. ()

Baca: Gak Nyangka, Perempuan Uzbekistan Ini Ternyata Sudah 8 Tahun Jadi Istri Aktor Indonesia

Baca: Cara Kerja Mengerikan Para Wanita Pemburu Sperma, Suntik Lelaki lalu Memperkosanya Beramai-ramai

Baca: Polisi Kantongi Ormas-ormas Anti Pancasila yang Patut Dibubarkan

Hal tersebut diungkapkan Presiden Jokowi kepada wartawan usai menghadiri peresmian Akademi Bela Negara (ABN) NasDem di Jalan Pancoran Timur II, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017).

Menurut Presiden Jokowi, bukan hanya satu, dua, tiga, empat, lima, atau enam, tapi ada ribuan konten yang dapat dikategorikan membahayakan keamanan negara yang terdapat di layanan pesan Telegram.

Pemerintah juga sudah mengamati lama sebelum mengambil keputusan untuk memblokir layanan Telegram.

Selengkapnya, termasuk pernyataan Presiden Jokowi, simak tayangan video di bawah ini.

(Tribunnews/ Sapto Nugroho /Kompas TV)

Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help