TribunMedan/
Home »

Sumut

Umat Hindu Gelar Ibadah Thiruvila untuk Merayakan Bulan Kemenangan

Kegiatan diisi dengan pemujaan untuk para dewa dan dewi, hingga memberikan sesembahan. Ibadah juga dimeriahkan dengan kegiatan menusuk pipi, lidah, me

Umat Hindu Gelar Ibadah Thiruvila untuk Merayakan Bulan Kemenangan
IST
Umat Hindu Binjai menggelar Ibadah Thiruvila untuk Merayakan Bulan Adi atau bulan kemenangan, di Kuil Shri Mariamman, Desa Tanjung Jati, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Minggu (30/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Joseph Wesly Ginting

TRIBUN-MEDAN.COM, BINJAI - Umat Hindu Binjai dan sekitarnya, melaksanakan ibadah Thiruvila atau Sembahyang Kuil di Kuil Shri Mariamman, Desa Tanjung Jati, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Minggu (30/7/2017).

Kegiatan diisi dengan pemujaan untuk para dewa dan dewi, hingga memberikan sesembahan. Ibadah juga dimeriahkan dengan kegiatan menusuk pipi, lidah, menginjak parang dan menusuk kulit bagian punggung.

Pendeta yang membawakan ritual Matha Riswan menerangkan bahwa Sembahyang Kuil ini dilakukan di Bulan Adi dan diselenggarakan di seluruh Indonesia.

"Bulan Adi bisa dikatakan sebagai bulan kemenangan. Karena pada zaman dulu di India, terjadi kemarau panjang dan menimbulkan penyakit. Nah, kemarau dan penyakit itu dapat diatasi setelah melakukan Sembahyang Kuil ini," ujar Matha," Senin (31/7/2017).

Baca: Umat Hindu Gelar Ritual Tusuk Lidah, Ini Tujuannya

Karena itu, lanjut Matha, setiap tanggal 17 Juli sampai 17 Agustus, diadakan Sembahyang Kuil.

"Karena di bulan inilah Bulan Adi atau bulan kemenangan itu," paparnya.

Terkait umat yang mencucuk pipi, lidah dan tubuhnya, sambung Matha, merupakan ritual untuk menjalankan niat atau nazar yang pernah diucapkan.

"Misalnya seseorang ingin bekerja atau menikah, jika terkabul dia akan menjalani ritual cucuk. Nah, ketika niat sudah terkabul, maka nazar harus dilaksanakan," terangnya sembari mengatakan, ritual ini hanya bisa dilakukan di Bulan Adi.

Sebelum melakukan ritual, peserta diwajibkan melakukan puasa selama 41 hari. Selama puasa mereka tidak boleh memakan daging atau vegetarian.

Keluarga pemilik kuil, Selawa, mengucapkan terima kasih kepada Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri Abri (FKPPI) Kecamatan Binjai Barat, dan Polmas maupun Babinsa.

"Baru tahun ini Sembahyang Kuil diselenggarakan dengan cukup besar.  Terimakasih kepada Mohan, selaku Wadan Satgas FK-PPI Kota Binjai. prosesi berjalan aman, nyaman, dan lancar," kata Selwa.(*)

Penulis: Joseph Wesly Ginting
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help