Ini Alasan PTPN II Hancurkan Rumah dan Tanaman Warga yang Berada di Tanah Ulayat

omisi A DPRD Sumatera Utara menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan masyarakat Desa Laucih, Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu dan PTPN II terk

Ini Alasan PTPN II Hancurkan Rumah dan Tanaman Warga yang Berada di Tanah Ulayat
Tribun Medan/Array
Kabag Hukum PTPN II, Kenedy Sibarani sempat diteriaki masyarakat saat mengikuti RDP di Komisi A DPRD Sumut terkait sengketa lahan seluas 850 hektar di Desa Laucih, Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, Selasa (1/8/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Komisi A DPRD Sumatera Utara menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan masyarakat Desa Laucih, Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu dan PTPN II terkait sengketa lahan 850 hektar.

Dalam RDP itu, pihak PTPN II memberikan keterangan yang membuat masyarakat emosi.

"Kami di sana itu untuk melakukan aktivitas perusahaan. Kami ingin melakukan pembersihan lahan," kata Kabag Hukum PTPN II, Kenedy Sibarani di hadapan sejumlah anggota Komisi A DPRD Sumut, Selasa (1/8/2017).

Mendengar hal itu, warga Desa Laucih spontan meneriaki Kenedy. Masyarakat menyebut Kenedy adalah penipu dan perampas tanah masyarakat.

Baca: Pria Ini Sebut PTPN Penipu! Suruh Warga Teken Surat Ganti Rugi, Ternyata Penyerahan Secara Sukarela

Baca: DPRD Minta PTPN II Hentikan Penggusuran di Desa Laucih

Baca: MENCEKAM! Jerit Tangis Pecah di Kantor DPRD saat Malam Tiba, Ini yang Terjadi

Karena situasi memanas, Ramses Simbolon anggota Komisi A berusaha menenangkan masyarakat. Ramses meminta warga untuk mendengarkan lebih lanjut penjelasan Kenedy.

Dalam keterangannya, Kenedy menyebut penghancuran rumah dan tanaman warga yang diklaimnya sebagai pembersihan lahan itu didasari karena landasan surat HGU yang dimiliki mereka. Sehingga, PTPN II berkeyakinan tindakan yang mereka lakukan sah-sah saja.

Halaman
12
Penulis: ArgusA
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved