TribunMedan/

Rumah Makan Akan Lakukan Ini Untuk 'Tanggapi' Kenaikan Harga Garam

"Ini sifatnya tentatif hingga kita nggap perlu tidaknya menaikkan harga, jika dianggap perlu maka akan dilakukan itu,"ujarnya seraya berharap harga.."

Rumah Makan Akan Lakukan Ini Untuk 'Tanggapi' Kenaikan Harga Garam
Tribun Medan / Ryan
Yusuf Pemilik Cofffe Kampoeng 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kenaikan harga garam berdampak pada penjuakan rumah makan. Kenaikan harga garam ini juga dirasakan pemilik warung nasi Thamrin di Jalan M Yamin, Nisa, Ia pun memilih untuk menyesuaikan harga jualannya.

"Harga garam naik, semua naik, semua mahal, jadi harga jualan pun kita sesuaikan juga," katanya Selasa (1/8/2017).

Biasanya harga garam yang ukuran 1 kg itu hanya Rp 5.000 saat ini sudah menjadi menjadi Rp 8000. Disampaikannya, harga garam sudah hampir sama dengan beras per kilogram.

Baca: Gawat, Pasar Petisah jadi Tempat Nikmati Sabu

Di sisi lain, Yusuf Pemilik Cofffe Kampoeng menyebutkan, kenaikan harga garam yang begitu signifikan memberikan imbas bagi bisnisnya.

Penggunaan garam si rumah makan memang cukup tinggi, mengingat garam merupakan bagian dari cita rasa di menu.

Namun, sejauh ini dengan kenaikan harga garam, pihaknya belum mengambil kebijakan untuk menaikkan harga.

"Ini sifatnya tentatif hingga kita nggap perlu tidaknya menaikkan harga, jika dianggap perlu maka akan dilakukan itu,"ujarnya seraya berharap harga garam dapat stabil kembali, mengingat Indonesia merupakan negara maritim.

(raj/tribun-medan.com)

Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help