TribunMedan/

Terdakwa Korupsi Patung Yesus Buka Suara, Nama Luhut Panjaitan Muncul Bayar Kerugian Negara

"Ternyata yang dikirim Luhut Panjaitan adalah tembaga dan tidak saya pasang lantaran tidak sesuai dengan bestek. Akibatnya, pekerjaan terkendala dan..

Terdakwa Korupsi Patung Yesus Buka Suara, Nama Luhut Panjaitan Muncul Bayar Kerugian Negara
Tribun Medan / Azis
Sondang Pane dan Murni Sinaga, dua terdakwa kasus dugaan korupsi Patung Yesus Tarutung saat menjalani sidang dakwaan di Ruang Cakra I Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Selasa (18/7/2017). (Tribun Medan / Azis) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Azis Husein

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Murni Alan Sinaga, satu dari dua terdakwa korupsi pembangunan Patung Yesus Yesus di perbukitan Siatasbarita, Tapanuli menyebut ada pihak lain yang menikmati kerugian negara pada proyek tahun anggaran (TA) 2013 senilai Rp. 6,1 miliar ini.

Menurur Murni Alan, Luhut L Panjaitan rekanan yang menyediakan kerangka Patung Yesus patut diminta pertanggungjawaban serta dibebankan mengembalikan kerugian negara.

Pekerjaan pembuatan kerangka patung, Murni Alan melakukan sub kontrak kepada Luhut Panjaitan dengan perjanjian di notaris bahwa bahan dasarnya kerangka patung murni terbuat dari tembaga ukuran 2 mm.

"Ternyata yang dikirim Luhut Panjaitan adalah tembaga dan tidak saya pasang lantaran tidak sesuai dengan bestek. Akibatnya, pekerjaan terkendala dan tidak selesai. Akhirnya PPK (terdakwa Sondang Pane) memutus kontrak," kata Murni Alan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (1/8/2017).

Baca: PSSI Tegaskan Bobotoh Tetap Dilarang Dukung Persib ke Stadion

Dan hasil perhitungan konsultan pengawas dan audit BPK adalah 55,88 persen dengan dana kurang lebih Rp 3,4 miliar.

"Sedangkan uang yang saya terima Rp 2.742.000.000. Menurut perhitungan PPK/konsultan saya masih punya tagihan di Pemkab Taput Rp 390 juta lagi dan denda keterlambatan saya bayar sebesar Rp 308 juta," ujar Murni Alan.

Sewaktu pemeriksaan di Polres Taput, Murni Alan menguraikan pernyataan pengelurannya serta alat dan bukti-bukti sebesar Rp 4 miliar. Sedangkan, uang yang diterima hanya Rp 2.742.000.000.

"Berarti saya masih punya tagihan di Pemkab Taput kurang lebih Rp 1.250.000.000. Menurut hasil audit BPKP pekerjaan dianggap total loss, maka atas petunjuk jaksa saya disarankan mengembalikan kerugian negara Rp 2.742.000.000," sebutnya.

Halaman
12
Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help