TribunMedan/

DL Sitorus Udah Wafat Jaksa Agung Baru Bilang Potensi Korupsi Kasus Penyerobotan Lahan

DL Sitorus dinyatakan meninggal dunia hari ini Jaksa Agung HM Prasetyo baru menyatakan ada potensi korupsi penyerobotan tanah negara

DL Sitorus Udah Wafat Jaksa Agung Baru Bilang Potensi Korupsi Kasus Penyerobotan Lahan
Ist
Jenazah DL Sitorus saat diberangkatkan menggunakan pesawat 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Setelah Darianus Lungguk (DL) Sitorus dinyatakan meninggal dunia hari ini Jaksa Agung HM Prasetyo baru menyatakan ada potensi korupsi penyerobotan tanah negara di lahan register 40 Padang Lawas, Sumatera Utara.

HM Prasetyo mengatakan tidak menutup kemungkinan ada potensi korupsi di kasus kebun Kelapa Sawit yang sebelumnya dikuasai Darianus Lunguk (DL) Sitorus.

Seperti diketahui, DL Sitorus yang sempat menguasai lahan itu akhirnya dipidana karena menyerobot tanah negara.

"Tidak mustahil mungkin ada korupsinya di situ," kata Prasetyo, di kantor Kejaksaan Agung, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).

Baca: Bahaya Kanker Lidah Suami Rezy Selvia Dewi, Kenali Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Baca: Bukan Imajinasi, Firaun Ini Buktikan Sosok Manusia Raksasa Pertama di Dunia, Pernah Hidup

Baca: Sampai Hati Siswa SMP Tega Memukul Gurunya Pakai Balok Kayu Saat Sedang Mengajar

Prasetyo mempertanyakan ke mana larinya uang hasil dari perkebunan sawit tersebut.

"Karena sekian lama itu kebun sawit tetap dikuasai oleh yang bersangkutan, sementara setiap hari kan ada hasilnya, ke mana uang itu," ujar Prasetyo.

Jaksa Agung HM Prasetyo saat diwawancarai di kantor Kejaksaan Agung, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selasa (8/8/2017)
Jaksa Agung HM Prasetyo saat diwawancarai di kantor Kejaksaan Agung, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selasa (8/8/2017)(Kompas.com/Robertus Belarminus)

Menurut Prasetyo, tugas Kejaksaan mengeksekusi lahan negara yang diserobot DL Sitorus sudah selesai dilakukan sejak 2009. Mestinya, sejak saat itu, kata Prasetyo, secara fisik lahan itu sudah diserahkan kepada Kementerian Kehutanan.

Halaman
1234
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help